Wamenpar Ni Luh Puspa Puji ITDC Inovasi Tiada Henti Penuhi Kebutuhan Masyarakat

LOMBOKita – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati menegaskan, bicara pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan satu atraksi. Namun, harus ditunjang pula dengan inovasi lain.

“Saat ini kita masih mengandalkan MotoGP, dan saya rasa itu belum cukup,” kata Ni Luh Enik Ermawati yang lebih kesohor dengan panggilan Ni Luh Puspa pada acara syukuran dibangunnya akomodasi baru di The Mandalika, Ahad (12/6/2026).

Menurut Wamenpar Ni Luh Puspa, Kementerian Pariwisata bersama ITDC akan terus melakukan inovasi dan menginisiasi beragam wahana baru sebagai sarana pendukung di KEK Mandalika.

Dia menuturkan kerap berdiskusi dengan pengelola wahana bermain yang menceritakan bahwa setiap enam bulan harus menambah wahana baru. Alasannya, wisatawan Indonesia pada umumnya cepat bosan dan selalu ingin nuansa dan suasana yang baru.

“Inilah sebenarnya yang sedang diterapkan dalam dalam bisnis pariwisata di The Mandalika ini, sehingga akan terus diupayakan inovasi baru dalam memenuhi kebutuhan wisatawan,” papar Wamenpar Ni Luh Puspa pada acara yang juga dihadiri Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, PHRI, ASITA dan sejumlah stakeholder lainnya.

Wamenpar menegaskan, The Mandalika ini menjadi destinasi pariwisata super prioritas yang sudah ditetapkan oleh RPJMN sebagai kawasan pariwisata yang terus tumbuh dan berkembang pesat melalui beragam inovasi yang dalam hal ini dijalankan oleh InJourney selalu pengelola.

Salah satu contoh yang sedang dibangun di The Mandalika, lanjut Wamenpar, dengan dibangunnya lapangan olahraga Padel yang saat ini sedang ngetrend.

“” Saya secara pribadi cukup gembira karena ITDC bisa membaca peluang itu dan dibangun di The Mandalika. Bahkan di tempat baru itu juga dilengkapi dengan restoran dan UMKM Corner,” kata Ni Luh Puspa.

Meski demikian, katanya, segala pembangunan di The Mandalika harus tetap inklusif dan tidak hanya untuk kalangan menengah ke atas, sementara untuk kalangan menengah ke bawah justru tidak terjangkau.

“Harus betul-betul inklusif sehingga semua kalangan bisa hadir dan menjadikan perputaran ekonominya bisa berdampak langsung kepada masyarakat yang ada di Lombok Tengah maupun juga di NTB pada umumnya,” imbau Wamenpar berparas cantik itu.

Wamenpar juga mengaku sangat bangga kepada seluruh jajaran ITDC yang sampai saat ini selalu mendorong dan mendampingi UMKM melalui pembinaan-pembinaan sehingga mampu menghasilkan produk yang diminati masyarakat bahkan ada yang telah mampu ekspor produk UMKM.

Wamenpar menitip pesan, agar jajaran ITDC tetap melakukan kolaborasi dengan semua kalangan, baik pemerintah pusat dan daerah, akademisi, PHRI, ASITA serta semua kalangan yang ada di daerah ini.

“Dengan kolaborasi itu, maka bisnis apapun yang dijalankan akan betul-betul berjalan dengan baik dan menghadirkan multiplayer efek kepada masyarakat,” tandas Wamenpar.