Komisi X DPR RI Bersama Kemendikdasmen Gelar Bimtek Guru dan Kepsek

Keterangan foto: Anggota Komisi X DPR RI L Hirdan bersa Kadis Dikbud Lorom sala. Komen bimtek guru dan sekolah bersama Kwkwnsaadakmen RI di Mataram

MATARAM LOMBOKita – Komisi X DPR RI berkolaborasi dengan Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan GTK Kemendikdasmen RI serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se-Pulau Lombok menggelar Bimbingan Teknis Bimtek peningkatan kapasitas tenaga pendidik, Minggu (5/7/2026) di Golden Palace Mataram.

Kegiatan ini menyasar hampir 100 guru dan kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA dari Lombok Timur. Para peserta dibekali materi terkait implementasi kurikulum dan penguatan kompetensi tenaga pendidik.

Hadir sebagai pemateri Ibu Lilis dari Direktorat GTK, Prof. I Wayan Kasta dari Unram, dan Prof. Saparuddin dari UIN Mataram.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Lotim M. Nurul Wathoni menyampaikan apresiasi atas program yang digagas Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani dan Direktorat GTK.

“Luar biasa komitmen Pak Hadrian dalam memperjuangkan nasib guru dan kualitas sarana pendidikan di Lombok termasuk Lotim. Mulai dari Bimtek peningkatan kualitas kepala sekolah yang sudah beberapa kali digelar tahun ini,” ujarnya.

Ia juga menyebut Lotim mendapat tambahan bantuan revitalisasi sekolah melalui program pokok pikiran Pokir Lalu Hadrian.

“Kami juga mengapresiasi karena Komisi X tetap bersuara keras memperjuangkan kesejahteraan guru, termasuk perjuangan peningkatan status guru PPPK Paruh Waktu menjadi Penuh Waktu,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan komitmennya bersama Direktorat GTK untuk terus memperjuangkan peningkatan status PPPK PW menjadi penuh waktu.

Perwakilan Direktorat GTK Ibu Lilis juga menyampaikan hal senada. Selain peningkatan status guru, pihaknya berkomitmen merealisasikan program peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui Bimtek, program revitalisasi sekolah, bantuan digitalisasi, hingga beasiswa bagi guru non S1.

“Bimtek ini bagian dari upaya kita memastikan guru dan kepala sekolah di daerah siap menghadapi tantangan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan,” tegasnya.