Dapur MBG Labuah Lombok 05 Termegah. Targetkan Raih Grade A, Layani 1.526 Penerima Manfaat

Keterangan foto: dapur tempat produksi makanan bergizi gratis

“Kualitas dan Aspek Sosial Jadi Prioritas’

LOTIM LOMBOKita – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Labuah Lombok 05 yang dikelola mitra H. M. Soleh terus melakukan pembenahan selama masa off. Para pekerja fokus pada perawatan dapur dan kelengkapan fasilitas agar bisa masuk kategori grade A

“Kami ingin dapur ini bisa masuk grade A” ujar H M Soleh. Di dapurnya.

Menurut Soleh, dapur yang berdiri di lahan 13 are dengan ukuran 42 x 32 meter itu dilengkapi 14 unit AC di setiap ruangan. Bangunan dapur berukuran 20 meter dan dilengkapi peralatan dapur lengkap serta instalasi air filtrasi. Menelan biaya capai Rp 3 milyair lebih

” Melihat kualitas dapur yang kita miliki ini, paling tidak bisa masuk grade A,” Sebutnya.

lebih lanjut, ntuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur, H Soleh mengaku, mengoptimalkan pemberdayaan milik UMKM sekitar.

Dapur MBG Labuah Lombok 05 menargetkan 1.526 penerima manfaat. Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, lansia serta siswa sekolah.

Pengolahan menu dilakukan sesuai ketentuan BGN, terutama terkait pemenuhan protein. Beberapa menu andalan yang disiapkan seperti halnya ikan tuna loin dan menu bergizi lainnya

“untuk dapur saya tetap komitmen memperhatikan Kualitas menu makanan yang disajikan, termasuk Aspek Sosial, saya bangun dapur bukan semata mata bisnis, ” Katanya, sehingga tak menargetkan keuntungan.

” Sebagai Mitra, saya tidak terlibat banyak dalam hal urusan dapur, hanya terlibat dalam pengontrolan kualitas menu makanan yang akan di sajikan ke penerima manfaat, serta kebersihan dapur, ” Jelasnya. Masalah dapur dirinya mempercayakan kepada para karyawan dapur.

Dengan harapan menu yang diberikan kepada penerima manfaat (PM) benar benar bermanfaat dan bergizi.
Sehingga program MBG ini berjalan sesuai harapan pemerintah.

H Soleh juga berkomitmen memberdayakan masyarakat sekitar dengan membuka lapangan kerja untuk tenaga akunting, ahli gizi, dan lainnya.

“Kami ikut menyukseskan program MBG dengan membangun dapur yang lebih baik, baik dari sisi pelayanan maupun penyajian menu,” pungkasnya.

ditanya terkait persyaratan pembangunan dapur, H Soleh mengatakan semua sudah lengkap, seperti halnya pembangunan IPAL, penggunaan bahan bakar minyak ( BBM) elpiji 50 Kg bukan gunkana yg 5 – 10 Kg. ” Tul sertipakat halallnyapun terlengkap., ” Sebutnya.