Hadapi El Nino “Godzilla”, Dinas Pertanian Lotim Bangun Sumber Air untuk Dongkrak Target Tanam 62.000 Ha
LOTIM LOMBOKita – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur menyatakan siap menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi ekstrem akibat fenomena El Nino “Godzilla”. Meski kemarau diperkirakan mulai Mei dan puncaknya September, Pemda memastikan ketahanan pangan tetap terjaga.
Kepala Dinas Pertanian Lotim, L Fathul Kasturi, mengatakan El Nino kali ini tidak merata dan bersifat spot-spot sesuai anomali iklim. “Kita tidak berpaling dari kondisi seperti itu. Ada langkah-langkah antisipatif dan adaptif yang kita lakukan,” ujarnya.
Langkah utama yang dilakukan menurut Kasturi, yaitu membangun sumber-sumber air. Mulai dari embung, irigasi perpompaan, saluran irigasi, hingga perpipaan.
“Insya Allah di Kabupaten Lombok Timur sudah cukup banyak dan menyebar di semua kecamatan yang potensinya tanam padi untuk meningkatkan ketahanan pangan,” jelas Kasturi.
Sumber air ini ditujukan untuk menambah indeks pertanaman. Selama ini target luas tanam setahun 62.000 hektare. Dengan tambahan sumber air, target diproyeksi bisa terlampaui. “Dengan luasan bertambah, produksi kita juga akan bertambah secara nominal,” katanya.
Disebutkan Kasturi, Rata-rata produksi gabah saat ini 7,2 ton per hektare. Dari target 62.000 Ha, Lahan Baku Sawah yang Dilindungi atau LP2B seluas 32.000 Ha. Pola tanam juga dioptimalkan: lahan yang tadinya tanam 1 kali didongkrak jadi 2 kali, yang 2 kali jadi 3 kali.
Kasturi menyebut animo petani menanam padi dan jagung meningkat. Penyebabnya, selain kesiapan air, pemerintah juga menjamin Harga Pembelian Pemerintah atau HPP untuk padi dan jagung yang disebutnya “sangat bagus dan menjanjikan”.
“Insya Allah tidak ada penurunan. Justru peningkatan,” tegasnya. Komoditas unggulan lain seperti tembakau juga tetap ditanam berdampingan tanpa mengurangi ketahanan pangan. Untuk itu ada syarat bagi kelompok tani penerima bantuan irigasi, minimal 5-10 hektare lahan ditanami sesuai perjanjian.
Bahkan terkait pupuk, Kasturi memastikan kebutuhan pokok aman. “Realisasi 6 bulan terakhir ini pupuk kita masih baru 35% dan 65% yang diserap, sehingga sampai Desember masih cukup,” katanya.
Ia mengakui di lapangan ada isu harga pupuk non-subsidi yang tinggi. Namun Pemda menekankan petani wajib sesuai rekomendasi pemupukan yang tertuang di Perencanaan Definitif Kebutuhan Kelompok atau PDKK.
“Kalau berbicara kebiasaan, petani akan menambah aplikasi pupuknya. Untuk itu disiapkan pupuk unsur sedih untuk mencukupi kebutuhanmu,” jelasnya.
selaian itu, menurut Kasturi, Dinas Pertanian juga mengantisipasi lonjakan hama dengan pengaturan pola tanam. Laporan luas tanam di Lotim disebut terus bertambah setiap hari. “Lombok Timur yang selalu membuat laporan NTB menjadi hijau,” pungkasnya.
