Kehangatan Kenal Pisah Kapolres dan Dandim Lotim. Bupati: Mereka Bukan Tamu Lagi, Tapi Keluarga

Keterangan foto: Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin, diacara kenal. Pisah Kapolres dan Dandim Lotim di Pendopo Bupati, Selasa malam (14/7)

LOTIM LOMBOKita – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lombok Timur menggelar kegiatan kenal pisah sambut Kapolres Lombok Timur AKBP I Komang Sarjana kepada AKBP Ariakta Gagah Nugraha, dan Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Eky Anderson kepada penggantinya Letkol Inf Hadiyansyah, di Pendopo Bupati, Selasa (14/7).

Kegiatan kenal pisah bersamaan antara Dandim dan Kapolres pertama kali digelar Pemkab Lombok Timur.

Mantan Dandim 1615 Lotim Letkol Inf Eky Anderson yang di mutasi menjadi pejabat utama di Kodam Udayana XI dalam pisah kenal mengenang momen saat masuk, menjadi Dandim 1615 Lotim , ” pertama kali bertugas Lotim sempat agak kaget dengan dinamika kompleksitas dan tuntutan tugas yang sedemikian overload. Ditambah juga tugas dari pemerintah daerah,” ucapnya.

Namun seiring waktu, ternyata Lotim sangat luar biasa, mendapat sambutan baik dari Pemkab (Bupati) serta masyarakat kondusifitas Lotim dapat kita jaga.

” kondusifitas ini berkat dukungan dari pak Bupati dan seluruh elemen yang ada di Lombok Timur, ” sebutnya.

Tidak itu saja Eky juga menyinggung capaian swasembada pangan di Lotim. Januari 2026 Indonesia berhasil mencapai swasembada, dan NTB penyumbang terbesarnya adalah Kabupaten Lombok Timur. Begitu juga pembangunan Koperasi Merah Putih, dari total 254 desa dan lurah, berhasil dibangun 127 KMP atau 50 persen.

“Berkat dukungan pak Bupati, kami berhasil membangun 127 KMP dari 254 jumlah desa/ kelurahan di Lotim, ‘ sebutnya.

Tidak itu saja, momen yang menjadi kenangan dan akan selalu diingat selama menjabat sebagai Dandim di Lotim yaitu evakuasi pendaki asal Brasil yang sempat menjadi perhatian dunia, penanganan banjir dan longsor di Sembalun dan Sambelia, kebakaran hutan, hingga pengamanan aksi demo selama 5 hari.

” Alhamdulillah semua itu berhasil dilalui dengan baik, ” Sebutnya, seraya berharap penggantinya, menjadikan kondusifitas Lombok Timur tetap tejaga.

Semntara itu Dandim 1615 Lotim yang baru Letkol Inf Hardiansyah yang merupakan putra kelahiran Lombok Timur ini mengatakan dirinya siap melanjutkan program yang telah di lakukan seniornya ( mantan Dandim), dan berharap bisa mengimbangi bahkan melampaui prestasi mantan Dandim

“program yang telah dilaksanakan Dandim sebelumnya kita akan lanjutkan dan berharap bisa mengimbangi bahkan melampaui prestasi beliau, ” katanya

Hadiansyah juga mengaku, dilantiknya menjadi Dandim 1615 Lotim merupakan suatu kebanggaan. Karena dirinya tak pernah terpikir menjabat sebagai Dandim sejak orang tuanya meninggal.

” Ternyata niat almarhum ayah saya yang diucapkan tahun 2022 lalu terwujud, kalau saya akan menjadi Dandim di Lombok Timur, ” tuturnya.

Sementata itu Kapolres Lotim lama, AKBP I Komang Sarjana yang di mutasi menjadi pejabat utama di Polda NTB, berharap penggantinya bisa lebih baik. Dan menitipkan agar Lotim tetap kondusif, apalagi menjelang Pilkades setengah yang akan segera dilaksanakan.

“Saya berharap kekompakan tetap terjaga, agar Lotim menjadi keluarga besar yang guyub, ayem dan sejahtera,” ujarnya.

sedangkan Kapolres baru, AKBP Ariakta Gagah Nugraha, dalam pisah kenal tersebut mengaku merinding dan merasa dihargai dengan sambutan meriah yang di gelar Pemkab Lotim.

“Lotim terlihat nyaman dan kondusif.sebelumnya Saya kerab berkeliling dan berwisata ke Lotim, bahkan sering mampir di beberapa masjid dan warung, dan sempat terbersit mimpi bisa bertugas di Lotim, dan alhamdulillah terkabul,” katanya.

Ariakta juga menyebut soliditas yang sudah terjalin sebelumnya menjadi PR bagi dirinya, agar bisa menjaga kondusifitas Kamtibmas di Lotim tetap kondusif. “Harapkan Lotim menjadi tempat yang paling indah dibanding kabupaten lain di NTB,” ujarnya.

Bupati Lotim, H Haerul Warisin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan Dandim lama yang dinilai luar biasa membantu Pemda menjaga Lotim tetap kondusif dan tertib.

“Kalau saya merasa kehilangan 2 orang luar biasa. Saya berharap Dandim dan Kapolres kalau ke Lotim jangan jadi tamu tapi pulang ke kampung karena sudah menjadi saudara,” kata Bupati.

Ia meminta pejabat baru untuk melanjutkan keharmonisan yang sudah terjalin. Bupati juga memaparkan program ke depan, seperti pembangunan 127 Koperasi Merah Putih dengan perputaran uang sudah mencapai Rp127 miliar, serta 253 dapur MBG yang berputar tiap hari dan membeli bahan baku dari petani.

“Yang nyinyir terkait MBG, masih banyak anak orang miskin yang perlu dapat perhatian. Calo-calo pembelian bahan dapur sehari dapat Rp150 ribu. Begitu MBG jalan mereka teriak. Ini resiko menjadi pemimpin,” tegasnya.

Bupati menegaskan kunci Lotim tetap adem ayem adalah tidak pernah cari masalah, tapi cari solusi.

“Kenapa Lotim adem ayem karena kita tidak pernah cari masalah. Kita tetap cari solusi dalam menjaga Lotim tetap kondusif,” pungkasnya.