Dikbud Lotim Terima Bantuan 6 Unit Filter Air Bersih untuk Sekolah di Sambelia dan Pringgebaya
LOTIM LOMBOKita – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan( Dikbud ) Kabupaten Lombok Timur menerima bantuan 6 unit instalasi filter air bersih bagi sekolah dan pondok pesantren di wilayah Kecamatan Sambelia dan Pringgabaya.
Penyerahan dilakukan di SMPN 1 Sambelia, Senin (13/7/2026). Kadis Dikbud Lotim, Nurul Wathoni, mewakili Bupati H. Haerul Warisin menerima bantuan tersebut dari pihak donatur.
Bantuan ini diberikan kepada sekolah atau pondok pesantren yang berada di wilayah yang mengalami kesulitan akses air minum bersih dan sehat. Penyerahan disaksikan Sekdis Dikbud Lotim, Kanit UPTD Sambelia, pengawas sekolah, pengurus MKKS, K3S, tokoh masyarakat, guru, serta siswa SMPN 1 Sambelia.
Perwakilan Yayasan, Aleksander Naulus Rupdara, mengatakan bantuan ini merupakan komitmen lembaga dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga sekolah.
“Kami menyerahkan bantuan alat filter air bagi sekolah di dua wilayah ini. Selain itu juga ada bantuan tandon, bola voli, bola kaki, kipas angin, dan bak sampah,” papar Aleksander.
Adapun 6 lembaga penerima bantuan yakni , SDN 1 Senanggalih.mendapat bantuan tandon, bola voli, dan bola kaki, Ponpes Nurul Arofah, mendapat bantuan tandon dan bola kaki , SDN 3 Belanting hanya mendapat bantuan 2 tandon, SMPN 1 Sambelia, dapat bantuan tandon dan bola, SDN 3 Pringgabaya hanya 1 tandon dan SDN 1 Sugian Terima bantuan 1 tandon dan bak sampah
Kegiatan ini juga disertai sosialisasi penggunaan dan perawatan filter air kepada pihak sekolah agar manfaat program dapat terjaga keberlanjutannya.
“Pemasangan filter air ini tidak hanya bertujuan menyediakan air bersih, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi siswa dan guru tentang pentingnya menjaga kebersihan air dan kesehatan. Dengan ini risiko penyakit yang ditularkan melalui air dapat diminimalisir,” ujar Aleksander.
Kadis Dikbud Lotim, Nurul Wathoni, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi bantuan dari pihak donatur tersebut.Ia menyebut manfaatnya sangat besar dalam menyiapkan kebutuhan air minum bagi siswa yang sehat dan bersih secara gratis, terlebih saat sekolah sudah mendapatkan program Makan Bergizi Gratis MBG.
“Kita syukuri pihak donatur juga telah menambah bantuan olahraga berupa bola dan lainnya. Kita berharap pihak sekolah penerima manfaat bisa merawat perangkat alat yang satu paketnya bernilai hampir sepuluh juta ini agar bisa bertahan lebih lama,” kata Wathoni.
Ia berharap program serupa bisa menyasar ke sekolah lain, terutama di wilayah selatan maupun daerah yang secara geografis memang kesulitan air bersih.
“Insya Allah kita akan terus lakukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar bisa ikut membantu peningkatan kualitas, mutu, dan sarana pendidikan di Lombok Timur. Urusan pendidikan tidak dilakukan sendiri tapi butuh dukungan banyak pihak,” tuturnya, seraya mengatakan ke depan, pihak yayasan juga berencana memberikan bantuan sumur bor untuk beberapa sekolah di Sambelia.
