Kebakaran Sade Jadi Pelajaran, Lalu Arif Dorong Mitigasi Bencana Sejak Dini

LOMBOKita — Anggota DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Partai NasDem, Lalu Arif Rahman Hakim, mendorong pemerintah memperkuat mitigasi bencana di kawasan permukiman adat Sade, Desa Rambutan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah.

Hal itu disampaikan Lalu Arif saat meninjau langsung lokasi kebakaran di Dusun Adat Sade, Minggu pagi.

Menurutnya, musibah kebakaran yang terjadi harus menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memberikan proteksi sejak dini terhadap kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Ia menilai kondisi bangunan rumah di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran berpotensi cepat meluas.

Selain menggunakan material yang mudah terbakar, jarak antarrumah juga relatif berdekatan sehingga menyulitkan proses pemadaman ketika api sudah membesar.

“Desa Sade ini akan rentan kebakaran karena bahan-bahan bangunan rumah memang mudah terbakar dan letak posisinya sangat berdekatan,” kata Lalu Arif.

Karena itu, menurut dia, pemerintah seharusnya sejak awal melakukan pemetaan terhadap potensi risiko sekaligus menyiapkan fasilitas penanggulangan kebakaran di kawasan tersebut.

Salah satunya dengan menyediakan alat pemadam kebakaran yang mudah dijangkau warga di setiap rumah atau titik-titik tertentu yang dianggap rawan.

“Harusnya dipetakan, artinya harus disiapkan fasilitas-fasilitas. Kalau terjadi kebakaran, contohnya alat pemadam harus disiapkan di masing-masing rumah. Ini bagian dari mitigasi bencana,” ujarnya.

Selain fasilitas pemadam, Lalu Arif juga menyoroti pentingnya menyiapkan sistem evakuasi yang jelas. Menurutnya, kondisi permukiman yang rapat membuat akses kendaraan pemadam kebakaran menjadi sangat terbatas.

Ia mengaku melihat langsung kondisi tersebut saat meninjau lokasi kebakaran. Menurutnya, petugas pemadam kebakaran akan kesulitan menjangkau titik api apabila akses menuju permukiman tidak memungkinkan dilalui kendaraan.

“Rumah ini sangat rapat dan dekat. Begitu terjadi kebakaran, tadi malam saya lihat, sudah tidak mungkin bisa ditanggulangi oleh pemadam kebakaran karena untuk masuk saja sudah tidak mungkin,” katanya.

Lalu Arif juga meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani warga yang terdampak kebakaran. Ia menilai warga tidak seharusnya langsung kembali menempati lokasi sebelum kondisi benar-benar aman dan pemerintah menemukan solusi penataan kawasan.

“Ini harus segera disikapi, terutama terhadap dampaknya. Harus diperhatikan dan dicarikan solusi bagaimana mereka bisa ditampung, tapi tidak tinggal dulu sebelum kita memikirkan bagaimana menata kembali tempat ini,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan terhadap korban tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal sementara. Kebutuhan dasar warga yang kehilangan harta benda dalam kebakaran juga harus menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Terlebih, sejumlah warga disebut kehilangan pakaian, uang, pangan, serta barang-barang penting lainnya akibat kebakaran.
“Siapa saja stakeholder yang punya perhatian terhadap mereka, bisa membantu mereka,” katanya.

Lalu Arif berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait segera melakukan langkah konkret, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, penyediaan tempat penampungan sementara, hingga evaluasi tata ruang dan sistem mitigasi kebakaran di kawasan adat Sade.

Ia menegaskan, mitigasi tidak boleh baru dilakukan setelah bencana terjadi. Kondisi kawasan yang memiliki karakteristik bangunan dan tata letak tertentu harus menjadi dasar pemerintah dalam menyiapkan sistem perlindungan dan evakuasi sejak awal.