Wabup Edwin Dorong Khitanan Massal GOW Jadi Agenda Tahunan, Apresiasi Kolaborasi Lintas Pihak
LOTIM LOMBOKita – Menjelang pelaksanaan khitanan massal, Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya menyampaikan rasa syukur atas kuatnya komitmen kolaborasi dari berbagai pihak. Ia berharap kegiatan sosial yang diinisiasi Gabungan Organisasi Wanita GOW Lotim ini dapat menjadi agenda tahunan, Kamis (16/7/2026).
Khitanan massal digelar di Pendopo Wakil Bupati dan diikuti 53 peserta anak. Kegiatan ini melibatkan Relawan Bangkit, rumah sakit swasta seperti RS Namira dan Lotim Medical Center LMC, hingga instansi terkait lainnya.
Wabup memuji sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut. Ia juga mendorong GOW untuk membangun kolaborasi strategis dengan BPJS Kesehatan.
“Ada program pemberdayaan dari BPJS Kesehatan yang perlu kita kawal dan bimbing bersama, agar pemanfaatan dana santunan yang sudah diberikan pemerintah tepat sasaran dan tidak habis begitu saja. Kita harus mencari pola pemanfaatan uang santunan yang paling efektif bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepada para petugas khitan, Wabup berpesan agar bersikap ramah dan komunikatif kepada peserta dan orang tua.
“Petugas wajib menyapa dan memperkenalkan diri dengan baik kepada orang tua anak-anak peserta khitan,” katanya.
Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga kekompakan dan kolaborasi yang sudah terbangun.
Terkait momentum pelaksanaan, Wabup menyarankan agar kegiatan serupa ke depan bisa diselaraskan dengan momen tertentu seperti Hari Anak Nasional atau bulan-bulan hijriah yang penuh berkah.
Sementara itu Ketua GOW Kabupaten Lombok Timur Hj. Sri Mahyu Wardani Edwin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan semua pihak.
Awalnya pihaknya pesimis, namun respon masyarakat di luar dugaan.
“Awalnya kami menduga kuota peserta baru akan terpenuhi dalam waktu tiga minggu. Namun luar biasa, begitu pamflet digital kegiatan ini disebarkan, hanya dalam waktu singkat yaitu 4 hari, kuota awal sebanyak 50 anak langsung terpenuhi,” ungkapnya.
Bagi Sri Mahyu, lonjakan pendaftar ini merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itulah yang memotivasi GOW menjadikan khitanan massal sebagai program tahunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia GOW juga menyiapkan bingkisan khusus bagi seluruh anak peserta.
Khitanan massal ini menggunakan metode sunat modern yang banyak dipilih masyarakat. Metode ini tidak menggunakan jarum suntik untuk pembiusan sehingga meminimalisasi rasa takut pada anak.
Tim medis membuka 10 meja tindakan secara paralel. Proses penanganan untuk satu anak hanya memakan waktu sekitar 10 hingga 15 menit.
Pascatindakan, seluruh peserta dibekali obat oral untuk dibawa pulang. Orang tua juga diberikan edukasi dan panduan tertulis cara perawatan luka sunat di rumah. Seluruh prosedur dijamin aman sesuai standar medis. Sebagai langkah antisipasi, disediakan saluran komunikasi siaga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran OPD terkait, perwakilan BPJS Kesehatan, Baznas, Dirut RS swasta mitra pelaksana, Kepala Puskesmas, serta keluarga/pendamping masing-masing anak.
