Harga Telur di Lotim Anjlok Imbas Libur MBG, Pemkab Gelar Makan Telur
LOTIM – Harga telur di pasaran Kabupaten Lombok Timur saat ini mengalami penurunan. Kondisi ini diakui dipicu oleh liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG.)
“Kita tidak bisa pungkiri harga telur anjlok di pasaran. Penurunan harga ini mau tidak mau suka tidak suka imbas liburnya MBG, ” ucap Sekretaris Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lotim, drh.Surya Wahyudi, didampingi Kabid Pengembangan Usaha Peternakan, Mulyadi, di kantornya.
Namun menurutnya, penurunan harga belum sampai pada titik yang merugikan peternak secara signifikan.
“penurunan masih di atas break even point, titik impas produksi. Penurunan tidak selalu signifikan,” jelasnya.
Wahyudi menjelaskan, saat ini ada 3 klasifikasi telur di tingkat produsen yang bisa dipilih konsumen. Yaitu telur kecil , telur tanggung dan telur besar
Ia optimis harga akan kembali normal jika program MBG berjalan normal kembali. “Kalau MBG berjalan harga telur bisa naik kembali,” katanya.
Dari sisi produksi, Lotim masih surplus. Data Dinas Peternakan mencatat populasi ayam petelur di Lotim mencapai 836.133 ekor.
Dengan estimasi 80 persen ayam bertelur, maka produksi telur mencapai 668 ribu butir perhari atau setara 668.ribu butir. Atau setara dengan 309 ton.
“Ini bisa mencukupi kebutuhan masyarakat akan telur,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas dan membantu peternak, Pemkab juga menggerakkan program makan telur satu hari.
“Meskipun terjadi penurunan harga ketersediaan stok masih aman,” ujarnya.
Yudi menyebut gerakan makan telur bisa berimplikasi positif terhadap harga karena penyerapan pasar jadi banyak. Ini menjadi salah satu solusi membantu peternak ayam petelur.
Sementara untuk peternak itik petelur Wahyudii mengatakan berjalan bagus, . “Memang beda, telur itik ini jarang dikeluhkan karena populasinya juga sedikit. Peternak itik ini juga tetap dikembangkan, hanya saja peternak petelur itik masih minim,” Jelasnya.
Selain telur, stok daging di Lotim juga dinyatakan aman karena populasi ternak masih banyak. “Untuk antisipasi kekurangan, Pemkab memasukkan daging dari tiga kabupaten di pulau Sumbawa.yairu kabupaten Dompu, Sumbawa dan Sumbawa Besar. * sebutnya
Pemasukan ternak sapindadi pulau Sumbawa pihaknya selalu melakukan analisis resiko ketat.
“Kita masih melakukan analisis risiko pemasukan ternak sapi dari Pulau Sumbawa untuk menghindari penyakit hewan menular strategis PHMS seperti penyakit antraks, Septicaemia Epizootica (SE) dan surra,” Pungkasnya
