Puncak Jaya, Kepunahan Salju Abadi Tinggal Menunggu Waktu

LOMBOKita – Puncak Jaya atau Carstensz Pyramid adalah gunung tertinggi Indonesia dengan ketinggian 4.884 mdpl. Lokasinya di Pegunungan Jayawijaya, Kabupaten Mimika, Papua. Puncak Jaya menjadi sebuah objek wisata yang menarik perhatian. Meskipun demikian, Puncak Jaya bukan hanya menarik para wisatawan, tetapi juga menarik ilmuwan. Hal tersebut dikarenakan gletser Puncak Jaya yang semakin mencair dari tahun ke tahun dan diperkirakan akan benar-benar hilang dalam beberapa tahun ke depan.

Sejarah Puncak Jaya
Pada tahun 1623, Carstensz Pyramid ditemukan oleh seorang penjelajah Belanda yang mendaki gunung tersebut. Lalu, penjelajah itu memberi nama gunung tersebut dengan nama dirinya, yakni Carstensz. Gunung ini kemudian dicatat sebagai gunung tertinggi di Indonesia pada tahun 1963 ketika Indonesia mengambil alih wilayah Papua dari Hindia Belanda.

Pendakian Gunung Puncak Jaya
Berbagai ekspedisi pendakian dilakukan pada Puncak Jaya, tentunya untuk mencapai puncak gunung tertinggi yang dianggap sebagai salah satu pencapaian paling penting bagi para pendaki dunia. Banyak orang yang berpendapat bahwa pendakian Puncak Jaya adalah salah satu pendakian paling sulit di dunia karena medan yang berat serta cuaca yang sangat ekstrem.

Akan tetapi, di sisi lain, pendakian Puncak Jaya juga menjadi alternatif bagi para pendaki yang ingin menaklukkan tujuh puncak tertinggi di tujuh benua sekaligus, yang dikenal dengan tujuh puncak atau Seven Summits.

Indonesia sendiri tentu berbangga dapat memiliki gunung tertinggi di dunia ini untuk dijadikan wujud tujuh puncak. Meskipun demikian, pendakian Puncak Jaya juga harus dilakukan dengan penuh kesadaran akan kelestarian lingkungan sekitar.

Gletser Puncak Jaya yang Mencair
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa luas area gletser Puncak Jaya pada tahun 2002 sekitar 2 km persegi, kemudian berkurang menjadi 1,8 km persegi di tahun 2005, 0,6 km persegi di tahun 2015, 0,46 km persegi pada Maret 2018, dan hanya 0,34 km persegi pada Mei 2020. Secara tebal, es gletser juga semakin menipis dari tahun ke tahun.

Mencairnya gletser pada Puncak Jaya tentunya memiliki dampak yang besar. Hal ini berkontribusi pada peningkatan permukaan air laut atau yang dikenal dengan naiknya permukaan laut. Dampaknya secara budaya juga berpengaruh pada suku-suku lokal yang menganggap es di Puncak Jaya sebagai tempat suci. Kehilangan es akan berdampak pada kehidupan suku-suku di sekitar Puncak Jaya dan lingkungan flora dan fauna.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan bahwa es di Puncak Jaya akan benar-benar meleleh dan hilang pada tahun 2025 akibat perubahan iklim.

Badan-badan dunia seperti Badan Lingkungan PBB (UNEP) dan Greenpeace memperingatkan bahwa makin cepatnya perubahan iklim juga sangat dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia. Kuatnya isu-isu ini memang menjadi menjadi pelecut dan pemikat masyarakat untuk lebih peduli dengan kelestarian lingkungan sekitar.

Sementara itu, di sisi lain, gletser di Puncak Jaya masih menjadi sumber penelitian bagi para ilmuwan dari berbagai negara. Dalam penelitiannya, para ilmuwan menjadi peduli terhadap segala aspek yang berhubungan dengan gletser Puncak Jaya. Mulai dari pengukuran luas area es, ketebalan es, hingga pengkajian dampak yang ditimbulkan.

Perubahan Iklim dan Gletser Puncak Jaya
Seperti telah disebutkan, perubahan iklim adalah salah satu faktor utama yang menyebabkan semakin mencairnya gletser pada gunung tertinggi di Indonesia ini. Gletser di Puncak Jaya mencair setiap tahun sejalan dengan meningkatnya suhu di daerah tropis tempatnya berada.

Kemudian, dalam heatmap klimatologi digambarkan bahwa suhu permukaan globe pada tahun 2020 adalah yang terpanas ke-2 setelah suhu permukaan bumi tahun 2016. Faktanya, menurut laporan IPCC ke-6 suhu udara permukaan berevolusi 1.1°C dari 1850-1900 sampai 2011-2015. Kenaikan suhu bumi pada suatu musim sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim, seperti dampak perubahan iklim yang tergambar pada gletser Puncak Jaya. Melalui observasi dan perhitungan, kita bisa melihat bahwa peningkatan suhu pada suatu musim akan mengakibatkan lapisan es di puncak gunung menjadi mencair dalam skala besar.

Gletser Puncak Jaya sebagai Sumber Penelitian
Tentunya gletser Puncak Jaya memberikan berbagai macam data bagi para ilmuwan, mulai dari data mengenai perubahan iklim, kondisi lingkungan sekitar, hingga pengkajian dampak yang ditimbulkan.

Selain itu, keberadaan gletser pada Puncak Jaya juga memberikan peluang bagi seluruh dunia untuk mendalami gletser dan segala aspek yang berhubungan dengan gletser.

Ada beberapa hal menarik yang dapat diungkapkan oleh para ilmuwan melalui penelitian terhadap gletser Puncak Jaya, antara lain:

1. Penelitian Tentang Perubahan Iklim
Gletser Puncak Jaya menunjukkan bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi lingkungan sekitar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan permukaan air laut atau yang dikenal dengan naiknya permukaan laut dapat terjadi. Jika hal ini terjadi, maka skenario yang sangat mungkin adalah terjadinya bencana alam.

2. Dampak pada Kehidupan Flora dan Fauna
Pada keadaan yang cukup dingin, terdapat beberapa spesies yang mampu bertahan hidup pada daerah gletser. Beberapa spesies yang ditemukan di gletser Puncak Jaya yaitu tumbuhan, serangga, dan mamalia. Para ilmuwan bergembira bahwa mereka menemukan varietas baru dari tumbuhan-tumbuhan ini dan banyak hal lain yang mereka dapatkan ketika berada di lereng gunung tertinggi di Indonesia ini.

3. Mengamati Kondisi Lingkungan
Melalui pengkajian dan dokumentasi, para ilmuwan bisa mengamati kondisi lingkungan yang ada di sekitar gletser Puncak Jaya. Hal ini meliputi suhu, tekanan udara, dan tata letak gletser. Ilmuwan mengumpulkan data mengenai segala kemungkinan pada saat gletser mencair. Informasi tentang gletser tentunya bisa menjadi pemantik bagi para ilmuwan untuk lebih memahami kondisi lingkungan dan iklim di wilayah tersebut.

Mengambil Tindakan
Menjaga kelestarian lingkungan serta menjaga gunung-gunung tertinggi kita agar tetap terjaga dengan baik merupakan tanggung jawab yang harus kita semua pikul.

Kita harus tetap menghargai keberadaan suatu tempat dan tidak merusak alam sekitar demi kenikmatan sejenak. Melihat keindahan alam yang begitu memukau memang sangat menggoda untuk dieksplorasi terus, namun kita sebagai manusia harus tetap bijaksana agar lingkungan tetap lestari dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang.

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar Puncak Jaya, antara lain:

1. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat
Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan di Puncak Jaya merupakan hal yang sangat penting. Kita harus menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan meresapi bahwa lingkungan selalu terhubung dan memiliki efek ikut-ikutan yang berkaitan dengan manusia.

2. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Tindakan konkret yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan adalah dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini dapat dilakukan dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang berfosil, penggunaan energi terbarukan (seperti panel surya), dan mengurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak ramah lingkungan.

3. Menerapkan Pembatasan Pendakian Puncak Jaya
Menerapkan pembatasan pendakian Puncak Jaya merupakan tindakan lanjut yang harus dilakukan untuk membantu menjaga kelestarian alam di sekitar Puncak Jaya. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan kuota pendakian pada setiap tahunnya agar jumlah pengunjung yang datang dapat dikelola dengan baik.

4. Mengembangkan Program Tanam Pohon
Program tanam pohon atau reforestasi akan membantu memperkuat lingkungan sekitar Puncak Jaya. Tanaman akan melindungi lahan dan mencegah erosi pada lereng gunung. Mengajak masyarakat setempat untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan tanam pohon ini juga bisa membantu meningkatkan kesadaran mereka tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitarnya.

Dalam kesimpulannya, kelestarian lingkungan memang menjadi hal yang sangat penting bagi kita semua. Kita harus menjaga gunung-gunung tertinggi kita agar tetap terjaga dengan baik dan lestari agar bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang. Diharapkan, upaya yang sudah dilakukan dan akan dilakukan selanjutnya akan membantu menjaga Puncak Jaya dan lingkungan sekitarnya agar tetap lestari dan indah untuk dinikmati. Itulah tantangan kami sebagai bangsa Indonesia sehingga kerjasama dan sinergi antarsesama bisa terjalin dengan baik dalam menjaga dan memelihara alam yang sudah diberikan. /*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini