Pemkot Mataram Cari Lokasi Baru Car Free Day
Sementara bagian pinggirnya dipenuhi pedagang dengan jenis dagangan yang sangat variatif, mulai dari kuliner, baju, aksesori, sayur, buah, hingga penjualan bibit aneka tanaman hias maupun buah bahkan ada juga pedagang unggas dan ikan hias.
Menurutnya, kondisi Jalan Udayana saat CFD sudah saatnya perlu dilakukan penataan kembali, agar lebih representatif menjadi lokasi olah raga.
“Ke depan, kita akan menataan pedagang dengan melakukan lokalisasi sesuai dengan jenis dagangan, agar masyarakat mudah mencari apa yang dibutuhkan,” katanya.
Di samping itu, CFD disebut juga ajang wisata kuliner dari Sabang hingga Marauke karenanya para pedagang perlu dibina agar bisa menggunakan pakaian sesuai dengan kuliner khas yang dijualnya.
Misalnya, pedagang gudeg Jogja menggunakan blangkon, sedangkan pedagang lokal dari Mataram bisa menggunakan “sapuk” atau ikat kepala yang menjadi ciri khas suku Sasak.
“Hal itu bisa menjadi ciri khas mereka agar mudah dikenali para pengunjung yang ingin berburu kuliner dari berbagai daerah,” ujarnya.
