Digital Currency semakin berkembang
Digital Currency semakin berkembang:
Apa yang sebenarnya terjadi pada system pembayaran digital
Ditulis oleh: Vicky sofiana ulya
Universitas Muhamadiyah Malang
Pernahkah kamu membayar makanan tanpa uang tunai sama sekali? di era digital yang sekarang, banyak masyarakat mulai dari anak muda sampai golongan yang lebih tua lebih suka melakukan pembayaran mengunakan sistem pembayaran digital dibandingkan menggunakan cash atau uang tunai.
Dibeberapa spot seperti tempat makan bahkan hanya menerapkan cashles atau tidak menerima pembayaran menggunakan uang tunai sama sekali hanya menerima pembayaran melalui kartu debit, qris dan yang lain nya.
Bagaimana fenomena ini bisa terjadi ,bagaimana dampak nya bagi masayarakat dan sistem keuangan di Indonesia?
Fenomena perubahan sistem pembayaran dari penggunaan uang tunai ,berpindah menggunakan sitem digital ini perlu diteliti karna memiliki dampak yang luas bagi masyarakat ,baik dampak positif maupun negatif, dampak positif nya berupa kemudahan dalam melakukan pembayaran atau transaksi .
dimana masyarakat tidak perlu mengambil uang dulu ke bank untuk melakukan transaksi, lalu ada dampak negatif berupa kejahatan siber, penyalahgunaan data dan lainya.
Tak hanya itu seperti yang kita ketahui tidak semua masyarakat kita itu melek atau bisa akan teknologi yang ada yang meyebabkan hal ini perlu diteliti agar kemudahan yang ada dapat dirasakan oleh semua kalagan masyarakat.
Fenomena ini bisa terjadi dikarenakan perkembangan teknologi dan juga meningkat nya pengunaan smartphone dikalangan masyarakat. Hal ini didukung oleh data Kementerian Komunikasi dan Digital (2024). mengenai pembayaran transaksi digital melalui QRIS yang mengalami peningkatan signifikan didalam negeri selama satu tahun terakhir tercatat sebesar 226,54 persen atau mencapai 50,50 juta dengan jumlah merchant 32,71 juta hal ini menunjukan pengunaan sistem pembayarn digital semakin di terima atau di gunakan luas oleh masyarakat.
Menurut saya pembayaran QRIS saat ini memang sedang berkembang pesat, didalam negeri maupun luar negeri terutama di beberapa negara asean seperti Thailand, Singapura, Malaysia, dan juga korea.
Hal ini dapat mempermudah masyarakat terutama dalam melakukan transaksi luar maupun dalam negeri, walaupun sistem pembayaran digital ini , dapat mempermudah masyarakat terutama melakukan transaksi, tapi tidak memungkinkan juga, hal ini justru bisa menyulitkan beberapa kalagan masyarakat yang kurang tau, akan perkembagan teknologi yang ada, yang menyebabkan kemudahan dari sitem digital ini menjadi kurang optimal.
karena kemudahan nya tidak di rasakan merata oleh semua kalangan masyarakat.
Selain itu perkembagan sistem digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi transaksi dalam negeri, tetapi bisa juga di gunakan di luar negeri ,terutama di negara-negara asean yang bekerjasama dalam pengaplikasian qris di negara tersebut.
Menurut Pangestika et al. (2025) menyatakan pengunaan qris mampu berperan dalam mempermudah integrasi layanan keungan sehingga mendukung perkembagan sistem keuangan digital di Indonesia, oleh karena itu meskipun qris memberikan banyak manfaat bagi masyarakat.
Namun tetap diperlukan upaya untuk memastikan bahwa semua masyarakat dapat merasakan manfaat kemudahan nya secara merata.
Berdasrkan pembahasan di atas dapat kita simpulkan bahwa QRIS adalah inovasi sistem digital yang meberikan bannyak manfaat dan kemudahan bagi masyarakat ,terutama dalam hal transaksi ,baik di dalam maupun luar negeri,
Namun disisi lain, terdapat banyak tantagan dalam pengaplikasian nya, terutama dikalagan masyarakat yang kurang paham akan perkembagan teknologi yang ada pada saat ini, yang menyebabkan pemanfaatan nya belum dirasakan secara merata dan menyeluruh oleh semua kalagan.
Adapun saran yang perlu di terapkan pemerintah untu menangulangi masalah yang ada berupa pemberian edukasi pengunaan QRIS kepada masyarakat terutama yang berada di pedesaan, dan juga daerah plosok, di karnakan keberhasilan tujuan ini akan dipengaruhi juga oleh beberapa factor seperti tingkat literasa masyarakat dalam hal digital, membagun kepercayaan masyarakat tentang keamanan sitem pembayaran digital, serta adanya peningkatan infrastruktur digital seperti internet ,untuk semakin memudahkan masyarakat dalam pengaplikasian QRIS secara optimal agar tujuan untuk pemanfaatan pengunaan nya dapat dirasakan secara merata
Refrensi
Pangestika, Z. N., Putri, d. k., Angelica, S. F., & Dyah, I. N. (2025) persepsi pengunaan QRIS sebagai peningkatan efektivitas alat pembayaran dan sistem keuangan digital. Jurnal Pendidikan Ekonomi, (JUPE), 13(2), 103-115.
Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2024). Transaksi QRIS melonjak 226,54 % revolusi pembayaran digital di Indonesia. https://www.k
