Kesadaran Wisatawan Minim, Tiga Ton Sampah Plastik Diangkut dari Sembalun
LOMBOKita – Kegiatan bersih-bersih kawasan wisata Sembalun dalam program “Jumat Bersih” rutin digelar untuk menumbuhkan kesadaran pengelola dan pengunjung menjaga kebersihan lingkungan.
Camat Sembalun Suherman mengatakan, kegiatan clean up telah dimulai sejak sebelum bulan Ramadan dan sudah beberapa kali dilaksanakan.
Kegiatan bersih bersih tersebut menjangkau jalur dari Taman Bunga hingga Pusuk Sembun, petugas dan relawan berhasil mengangkut sekitar tiga ton sampah yang didominasi sampah plastik.
“Kami sudah memulai kegiatan ini sejak sebelum puasa. Pelan-pelan kami tumbuhkan kesadaran, terutama kepada pengelola dan pengunjung, agar membawa pulang sampahnya. Karena selain merusak alam, sampah yang menumpuk juga mudah berserakan akibat hewan liar,” ujar Suherman di sela kegiatan,
Sampah yang terkumpul berasal dari aktivitas pedagang dan pengunjung di sepanjang jalur wisata, mulai dari Bukit Kondo Peropok hingga kawasan Pusuk.
Sebagai langkah edukasi, pihak kecamatan rutin membagikan kantong sampah (trash bag) kepada pedagang kaki lima maupun pedagang tetap, serta menempatkan bak sampah di sejumlah titik.
“Setiap minggu saya membagikan trash bag kepada pedagang, baik pedagang cilok maupun pedagang tetap. Edukasi kami lakukan secara verbal sambil terus menyediakan sarana pendukung, meski kemampuan kami terbatas dan masih membutuhkan dukungan berbagai pihak,” katanya.
Aksi bersih tersebut mendapat dukungan armada dan personel dari Dinas Lingkungan Hidup yang langsung mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Kegiatan ini juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari puskesmas, pemerintah desa, TNI, Polri, Pramuka, pelaku wisata, pemilik penginapan, kafe, hingga penyelenggara event Rinjani 100.
Menurut Suherman, awalnya kegiatan bersih-bersih dilakukan pada akhir pekan. Namun karena tingginya kunjungan wisata saat hari libur, pelaksanaan dialihkan ke hari Jumat agar lebih efektif. Ke depan, rute “Jumat Bersih” akan diperluas dari Sebau ke arah atas.
Suherman juga menyinggung rencana pembangunan TPA yang lahannya telah tersedia, namun masih menunggu penyelesaian proses administrasi lintas instansi.
“Lahannya sudah siap, tinggal menunggu penyelesaian administrasi. Untuk detail prosesnya nanti bisa dikonfirmasi ke dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu, rencana pengembangan TPS3R dinilai belum siap dijalankan di tingkat desa, terutama karena keterbatasan kesiapan operasional dan kebutuhan lahan yang cukup luas.
Suherman menambahkan, gerakan kebersihan ini juga melibatkan warga dari luar Kecamatan Sembalun. Pihaknya telah berkoordinasi dengan camat di wilayah tetangga seperti Suela dan Wanasaba agar gerakan kebersihan dapat dilakukan secara lebih luas dan terpadu.
“Kami ingin gerakan ini tidak hanya di Sembalun, tetapi terhubung dengan kecamatan lain agar dampaknya lebih efektif,” pungkasnya.
