Kapolres Loteng Bersama Irwasda Polda NTB Rapat Evaluasi Input Data

LOMBOKita – Rapat Anev penguatan laju percepatan vaksinasi dan penginputan data di Wilayah Polres Lombok Tengah dilaksanakan pada Rabu, 6 Oktober 2021 Pukul 16.20 Wita sampai dengan pukul 18.00 Wita, di Aula Polres Lombok Tengah.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Irwasda Polda NTB, Dirreskrimsus Polda NTB, Kabid Propam Polda NTB, Kapolres Lombok Tengah, Dandim 1620/ Loteng, Kabag Ops Polres Loteng, Kapolsek Jajaran Polres Loteng, Danramil Jajaran, Camat se Kabupaten Loteng, Kepala Puskesmas se Kabupaten Lombok Tengah.

Kegiatan tersebut untuk mengevaluasi kegiatan laju vaksinasi dan Input data di Kabupaten Lombok Tengah serta membahas management kesiapan pelaksanaan Dosis kedua.

Irwasda Polda NTB Kombes Pol Djoko Hariutomo pada kesempatan itu menyampaikan, perlu membentuk managemen serta mencari sisa sasaran vaksin dosis I dan menjadwalkan pelaksanaan vaksinasi tahap ke II.

“Kemarin memang ada Bansos yang dibagikan kepada masyarakat yang tujuannya untuk menarik minat masyarakat supaya berbondong-bondong datang divaksin, sehingga capaian untuk Herd Immunity di Kabupaten Lombok Tengah memenuhi target, ini menjadi tantangan kita bersama, Ungkap Irwasda.

“Ada beberapa hal yang perlu dipastikan pada pelaksanaan vaksinasi tahap II, yaitu kesiapan masyarakat, jenis vaksin dan kesiapan tim vaksinator,” ungkap Irwasda

Pada akhir rapat Kapolres Lombok Tengah AKBP Heri Indra Cahyono juga menyampaikan kesimpulan Hasil rapat koordinasi yang dipimpin Irwasda adalah perjuangan/pekerjaan belum selesai dan bersama sama sepakat untuk menyelesaikan vaksinasi, baik dosis I maupun dosis II dengan mengajak Tokoh agama / Tokoh masyarakat menjadi Duta vaksin dalam mensukseskan program vaksinasi di Lombok Tengah, membuat posko dimana kantor Bupati sebagai posko utama dan kantor Camat sebagai posko kepanjangan dibawahnya dengan satgas sebagai penggerak dengan memuat data Nakes, stok vaksin dan sasaran.

Mobilisasi sasaran oleh Polri dan TNI dibantu oleh relawan, membentuk management data, management vaksin dan management sasaran (pengerahan massa ), juga membuat format laporan yang seragam untuk seluruh Kecamatan, Operator Pengentry data pcare / batalyon pcare tetap berjalan (Polres, Pemda, Kodim) berdasarkan penyampaian dari kabid Kesehatan yang saat ini masih ada 86 ribu masih belum dientry.

Kendala dan hambatan yang dihadapi, kata Kapolres, bahwa masih ada masyarakat yang bandel tidak mau divaksin, Permasalahan logistik, Pemasangan stiker di rumah kurang efektif dengan alasan satu rumah ada yang sudah divaksin ada yang belum.

“Sasaran yang ada saat ini khususnya dosis I sudah jarang/berpencar sehingga perlu strategi skema baru untuk persiapan dosis II,” tutup Kapolres.