Peternak Lombok Timur Terpilih Sediakan Sapi Kurban Presiden
LOMBOKita – Peternak sapi Desa Tirtanadi, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, dipercaya menyediakan sapi kurban untuk Presiden Republik Indonesia. Kepercayaan ini diberikan setelah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan yang ketat dari pemerintah pusat.
Penunjukan tersebut merupakan yang kelima kalinya bagi peternak tersebut dalam penyediaan sapi kurban tingkat nasional, baik melalui mekanisme tender maupun penunjukan langsung.
Peternak Suhirman mengatakan, sapi yang dipilih memiliki bobot di atas rata-rata. Dari hasil penimbangan terakhir, salah satu sapi mencapai berat 952,5 kilogram, sementara rata-rata bobot sapi lainnya sekitar 830 kilogram. Penimbangan sempat dilakukan di Pasar Masbagik untuk memastikan akurasi timbangan.
Proses seleksi tidak hanya melalui pengiriman foto, tetapi juga kunjungan langsung tim dari pusat. Petugas mengambil sampel darah dan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan kondisi kesehatan hewan sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden.
Penunjukan kali ini dilakukan secara langsung melalui koordinasi dengan dinas terkait setelah adanya komunikasi dari Sekretariat Negara. Harga yang disepakati untuk satu ekor sapi mencapai Rp80 juta.
Menurut Suhirman, sapi tersebut telah dipelihara selama kurang lebih dua setengah tahun. Saat pertama dibeli, harganya sekitar Rp20 juta per ekor. Dengan perawatan intensif, kualitas dan bobot sapi meningkat signifikan hingga memenuhi standar kurban Presiden.
Suhirman mengaku bersyukur atas kepercayaan yang kembali diberikan. “Harapannya semoga bisa terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya,” ujarnya saat ditemui wartawan, Selasa (12/5/2026).
Peternak juga membandingkan harga jual di pasar umum yang rata-rata berada di kisaran Rp60 juta per ekor untuk bobot serupa. Namun, standar kualitas, kesehatan, dan bobot yang dipersyaratkan untuk kurban Presiden membuat nilai sapi tersebut lebih tinggi.
Kepercayaan ini dinilai menjadi motivasi bagi peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak, sekaligus menunjukkan bahwa peternakan daerah mampu memenuhi standar nasional.
