Bupati Lotim Apresiasi Baznas, Sebut Gerakan Zakat Tumbuh Sejak Era Basda
LOTIM LOMBOKita -Bupati Lombok Timur H Haerul Warisin memberikan apresiasi atas peran Baznas dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Hal itu disampaikannya pada kegiatan Santunan dan silaturahmi Kapolda NTB Irjned Pol Kalingga Rendra Raharjabbersama dhuapa di Kantor Baznas Lotim, Rabu (8/7).
“Baznas ini lahir sebelum UU No. 14. Dulu namanya Basda. Ini berdiri atas gagasan Bupati Ali bin Dahlan. Waktu itu sampai di-demo habis-habisan, Kantor Bupati diduduki. Bahkan pada Pilkada berikutnya beliau tidak terpilih.” Ucapnya. Tapi alhamdulillah pergerakan Basda itu tidak dihentikan, dan tetap jalan berjalan hingga saat ini, dan bernama Baznas
Bupati menyebut, awalnya dana zakat sebelumnya terhimpun hanya dari kalangan guru dan PNS di lingkungan pemerintah. Seiring waktu, cakupan donatur semakin luas.
“Sekarang alhamdulillah sudah beda. Kepolisian juga mengeluarkan zakatnya termasuk TNI, para pengusaha, warga negara. Sehingga kalau dulu saat lebaran saja bisa bagikan sembako ke fakir miskin, sekarang sudah sampai 2 bulan sekali, 3 bulan sekali dan seterusnya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti data kemiskinan di Lotim. Berdasarkan data 2018, angka kemiskinan Lotim berada di 13,4 persen. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 1 juta 451 ribu jiwa, masih banyak yang perlu diangkat.
“Mudah-mudahan dengan pertumbuhan ekonomi yang kemarin kita dengar dari BPS 7,83%, ini akan diikuti penurunan terhadap orang-orang miskin,” katanya.
Bupati menjelaskan alasan mengundang Kapolda dalam acara ini. Ia terinspirasi dari video Kapolda saat bertugas yang dinilai sangat bersahaja, sederhana, dan merakyat.
“Saya bilang sama Pak Kapolres harus. Pak Kapolda yang datang ,Kenapa? Karena saya hafal beliau lewat videonya. Beliau bersahaja, beliau sederhana, beliau sangat cinta dengan rakyat. Maka sudah waktunya Lombok Timur ikut menyaksikan sosok seperti ini,” jelasnya.
“Tidak ada tujuan lain. Kami hanya ingin rakyat kita bisa bertemu langsung,” Dengan pak Kapolda, ‘pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah, Baznas, TNI-Polri dan seluruh elemen masyarakat, Bupati berharap upaya pengentasan kemiskinan di Lombok Timur dapat terus berjalan dan memberikan dampak nyata.
