Unham Lotim Gandeng Baznas NTB Luncurkan “Coffe Hening”, Z Kafe Disabilitas Pertama di Lombok Timur
LOTIM LOMBOKita – Universitas Hamzanwadi ( Unham) Lotim bersama Baznas NTB meresmikan “Coffe Hening”, Z kafe disabilitas yang operasionalnya 100% dikelola oleh penyandang disabilitas. Grand opening kafe ini menjadi wujud nyata kampus inklusif dan program pemberdayaan ekonomi Baznas.
Rektor Universitas Hamzanwadi, Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah saat grand opening mengatakan, kafe ini menjadi instrumen penting untuk meneguhkan nilai inklusivitas di lingkungan Unham dan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi.
“Kami tidak ingin label inklusif hanya ada di baliho atau papan nama. Kami ingin betul inklusi diterapkan di Universitas Hamzanwadi secara umum. Melalui pengabdian masyarakat dan pendidikan sosial dakwah, inklusivitas ini kita tularkan untuk membangun bangsa,” ujar Rektor, Rabu (8/7).
Rektor menegaskan penyandang disabilitas memiliki potensi luar biasa yang sering terlupakan.
“Jangan salah, mereka jauh kadang lebih hebat dari kita. Ada yang hafiz, ada yang punya keterampilan luar biasa. Di balik kekurangan fisik, ada kebesaran hati dan semangat struggle untuk menggapai cita-cita,” jelasnya.
Ia menyebut Coffe Hening akan menjadi kafe produktif yang tidak kalah dengan kafe lain. “100% dioperasikan oleh anak-anak kita. Dari sisi tertentu mungkin ada kurang, tapi dari sisi keterampilan mereka luar biasa. Harganya juga sangat ekonomis dibanding kafe sekelas ini, tapi kualitas minumannya tidak kalah,” katanya.
Rektor mengajak masyarakat Lombok Timur untuk mencoba produk kafe ini. “Silakan di-share ke saudara, kerabat, tetangga. Cobain ya. Ini wujud keberpihakan kita terhadap teman-teman disabilitas,” ajaknya.
Unham juga telah membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas. “Di Universitas Hamzanwadi sendiri kita sudah inklusif. Menerima pegawai melihat kapasitas. Tidak tertutup kemungkinan yang memiliki kekurangan juga kita terima dan pekerjakan,” tambahnya.
Smentara itu Wakil Ketua IV Baznas NTB, H. Ahmad Rusli menyampaikan Coffe Hening merupakan program Z Coffee dari Baznas RI. Di NTB, Baznas fokus mengasesmen dan mengembangkan program ini.
“Di Z Coffee ini kita ngopi sambil beramal. Bantuan ini dari Baznas RI, dan kami di provinsi ditugaskan untuk melihat perkembangannya,” ujar H. Ahmad Rusli.
Ia menjelaskan selama ini Baznas NTB baru menyalurkan bantuan produktif berupa gerobak dan lapak usaha. Untuk 2025, target 400 unit gerobak disalurkan melalui Baznas kabupaten, termasuk 20 unit gerobak dan 20 unit rumah layak huni.
“Harapannya dari hasil usaha ini, penerima juga mau berinfak. Kalau sehari dapat 50 ribu, sisihkan 5 ribu. Dari situlah kita bisa kembangkan lagi untuk tahun 2026,” jelasnya.
Ia menilai kafe di kampus sangat strategis karena mahasiswa butuh tempat diskusi. “Penggemar kopi luar biasa. Di sini mahasiswa bisa diskusi sambil ngopi, keluar ide-ide cerdas. Tidak hanya ngopi bayar, tapi juga beramal,” pungkasnya.
Program ini mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, Pemerintah Provinsi NTB, Baznas Provinsi dan Baznas Kabupaten.
Dengan adanya Coffe Hening, diharapkan bisa menjadi percontohan sehingga ke depan semakin banyak peluang kerja bagi penyandang disabilitas di Lombok Timur.
“Kita jangan pernah membedakan. Wujudnya saja yang kelihatan kurang, tapi di balik itu terpendam hal yang jauh lebih hebat,” tutup Rektor.
