Era Digitalisasi, Mendikdasmen Tetapkan AI dan Coding Akan Menjadi Mata Pelajaran Wajib Siswa SD 

Keterangan foto: Menteri Pendidikan dasar dan menengah RI Prof H Abdul Mufti di dampingi Gubernur NTB HL M Iqbal saat berkunjung ke Lotim

LOTIM LOMBOKita – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof. Abdul Mukti, mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dan coding secara bertahap akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan, dimulai dari kelas 5 Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

” Saat ini AI dan coding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan di sekolah-sekolah yang sudah siap dari segi sarana, prasarana, maupun sumber daya manusia.” Ucap Menteri Dikdasmen RI Prof H Abdul Mufti.

Dan pelajaran  AI dan coding akan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang, dimulai dari kelas 5 SD, SMP, dan SMA.

Kebijakan ini menurut Mufti, merupakan bagian dari program digitalisasi pembelajaran yang digencarkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menjawab tantangan era teknologi. Menurut Menteri, pengenalan AI dan coding sejak dini bertujuan membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir logis, kreatif, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Kami terus mempersiapkan guru-guru melalui pelatihan serta memastikan sarana prasarana yang memadai. Jika guru sudah terpenuhi dan sarana prasarana sudah kami penuhi, maka pada waktunya AI dan coding akan menjadi mata pelajaran wajib,” tegasnya.

Tidak itu saja, sebut Mendikdasmen, selain AI dan coding, Abdul Mukti juga mengumumkan kebijakan terbaru terkait pembelajaran bahasa asing di jenjang pendidikan dasar. Mulai tahun 2027, bahasa Inggris akan resmi menjadi mata pelajaran wajib bagi siswa kelas 3 Sekolah Dasar (SD).

“Mulai tahun depan, tahun 2027, bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib mulai kelas 3 SD,” ujar Menteri Abdul Mukti.

Ia menambahkan bahwa Kementerian saat ini tengah mempersiapkan berbagai aspek pendukung agar kebijakan tersebut dapat berjalan dengan baik. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menyelenggarakan pelatihan bahasa Inggris bagi para guru SD.

“Sekarang sedang kami siapkan bagaimana agar program itu dapat berjalan melalui pelatihan para guru SD dalam mata pelajaran bahasa Inggris,” jelasnya.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21 sejak usia dini. Dengan penguasaan bahasa Inggris yang lebih awal, diharapkan siswa Indonesia mampu bersaing di kancah global.

Menteri Abdul Mukti menegaskan bahwa persiapan sumber daya manusia, khususnya guru, menjadi prioritas utama sebelum kebijakan ini diberlakukan secara nasional. Pelatihan akan diberikan secara bertahap kepada guru-guru SD di seluruh Indonesia.