Gara-gara BLT DD, Warga Desa Banjarsari Mengamuk

LOMBOKita – Aksi demo yang dilakukan warga Desa Banjarsari kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur, di kantor Desa, Jumat (29/1/2021) berlangsung ricuh.

Puluhan warga terlibat saling kejar, bahkan sempat terjadi saling pukul antara warga dengan aparat desa dan BPD pembela Kades, dan sempat dilerai aparat kepolisian dan Satpol PP.

Aksi demo warga dilakukan terkait, adanya dugaan penggunaan dana bantuan langsung tunai dari desa (BLT-DD) oleh oknum Kepala desa, yang nilainya ratusan juta rupiah.‎

Kemarahan waga memuncak saat Ketua BPD Desa dan Sekdes mengatakan, apa yang menjadi tuntutan warga, terkait dana pinjaman Kades tersebut akan membayar hutang dengan menggunakan sisa dana desa.

“Kades harus membayar hutang, tetapi tidak menggunakan sisa dana BLT DD, kalau menggunakan sisa dana desa, itu halnya sama dengan bohong,” teriak warga dalam aksinya.

Bahkan wargapun, mengancam akan menyegel kantor desa kalau Kades tidak membayar hutangnya, termasuk meminta Kades harus mundur.

Kadus Sepakat Sarwin dalam orasinya dengan lantang meminta pertanggungjawaban Kades atas apa yang telah diperbuatnya, yaitu meminjam dana BLT-DD untuk kepentingan pribadinya.

Sebelumnya, Kades telah membuat kesepakatan, kalau tidak mampu mengembalikan sesuai dengan kesepakatan dan pernyataan yang dibuat, maka lebih baik mundur.

“Apakah ini namanyan pemimpin, dia tak bertanggungjawab, saat melihat warganya datang, justru kabur,” teriak Sarwin.

Lebih lanjut Sarwin dalam orasinya, sambil memegag surat perjanjian yang telah dibuat Kades, yang katanya akan dibayar tanggal 29 Januari, justru tak kunjung dibayar.

“Mana janjimu pak kades yang akan membayar hutang dana BLT DD yang nilai ratusan juta telah digunakan,” sebutnya.

Sementara itu Camat Labuhan Haji, Muhir bersama Kapolsek Labuhan Haji, Iptu Fahrudin yang berada di lokasi juga menghimbau kepada warga untuk tidak melakukan tindakan anarkis, dan meminta agar menyelesaiakan permasalahan yang terjadi diselesaikan dengan baik.

” Mari kita selesaikan masalah ini dengan cara baik-baik,apalagi saat ini masih pandemi covid-19,” kata Kapolsek Labuhan Haji ‎Iptu Fahruddin.

Camat Labuhan Haji mengatakan akan berkantor sementara di kantor Desa Banjarsari untuk menyelesaikan masalah yang terjadi.

Warga melakukan penyegelan kantor desa menggunakan bambu yang dipasang di depan pintu kantor, setelah itu massa aksi membubarkan diri.

Sementara setelah massa aksi pulang, aparat kepolisian bersama dengan Pol.PP kemudian membuka bambu yang digunakan untuk menyegel kantor desa tersebut.