Posko Bantuan Korban Kebakaran Sade Dipusatkan di Koperasi Desa Merah Putih

LOMBOKita — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memusatkan pengelolaan bantuan bagi warga terdampak kebakaran melalui posko yang ditempatkan di Koperasi Desa Merah Putih, tepat di depan Kantor Desa.

Asisten II Setda Kabupaten Lombok Tengah, Lalu Rinjani, mengatakan posko tersebut menjadi pusat koordinasi bagi masyarakat, komunitas, organisasi, maupun perusahaan yang ingin menyalurkan bantuan kepada para korban.

Di posko tersebut, kata Lalu Rinjani, telah ditempatkan sejumlah unsur pemerintah untuk memastikan bantuan yang masuk dapat terorganisir dan disalurkan sesuai kebutuhan warga terdampak.

“Di sana ada koordinatornya, ada Pak Kalak BPBD Kabupaten Lombok Tengah, Pak Ridwan Ma’ruf. Di sana juga ada Pak Camat dan Pak Kepala Desa,” ujar Lalu Rinjani.

Menurutnya, masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban dapat menyalurkan bantuan melalui posko tersebut. Bantuan dapat berupa makanan siap saji, logistik, pakaian maupun kebutuhan lainnya.

Lalu Rinjani menegaskan, pola pengumpulan bantuan secara terpusat diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak terjadi penumpukan pada jenis barang tertentu.

“Bagi siapapun, komunitas apapun, perkumpulan apapun yang ingin melakukan sumbangan, donasi, perusahaan, siapapun itu, baik dalam makanan cepat saji maupun logistik, pakaian, silakan menghubungi ke sana,” katanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan mendesak bagi korban saat ini telah ditangani oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah.
Namun, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk turut berpartisipasi. Bantuan dari pihak luar nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang belum tercukupi melalui penanganan pemerintah.

“Bantuan itu sudah di-handle sama BPBD, sama Dinas Sosial untuk yang mendesak. Tapi tentu komunitas atau masyarakat ada yang ingin berpartisipasi. Nanti yang tidak ada dalam bantuan BPBD dan Dinas Sosial, itu akan disampaikan ke sana,” jelasnya.

Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat membuat penyaluran bantuan lebih terarah sekaligus memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara optimal selama masa penanganan pascakebakaran.