Tinggal 49 Hari, MotoGP Mandalika Siapkan Camping Ground hingga Street Food Festival
LOMBOKita — Persiapan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 memasuki tahap akhir. Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka menyebut waktu yang tersisa sekitar 49 hari dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB serta Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah berjalan baik.
Menurut Troy, tahapan persiapan kini tinggal diarahkan pada eksekusi penyelenggaraan. Sejumlah fasilitas baru juga disiapkan untuk memberikan pengalaman berbeda dibandingkan MotoGP tahun sebelumnya.
“Sebetulnya tinggal eksekusi acara. Kita lihat semakin ke sini semakin bagus,” kata Troy.
Ia menyebut sedikitnya ada empat pembaruan yang disiapkan pada MotoGP Mandalika tahun ini. Pertama, camping ground yang disiapkan sebagai alternatif akomodasi bagi penonton.
Kedua, Circuit Lounge yang akan dibangun di kawasan sirkuit. Ketiga, peningkatan keterlibatan UMKM. Keempat, menghidupkan kembali Mandalika Street Food Festival yang sebelumnya telah diluncurkan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.
“Yang pertama akan ada camping ground. Ini untuk menjawab pertanyaan mengenai akomodasi. Terus kedua kita membuat Circuit Lounge. Kemudian juga ada UMKM yang lebih banyak dan kita menghidupkan kembali Mandalika Street Food Festival,” ujarnya.
Dari sisi penjualan tiket, Troy menyebut pergerakannya sudah mencapai sekitar 45 hingga 50 persen. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan animo masyarakat terhadap MotoGP Mandalika tahun ini cukup positif.
“Sekitar 45 sampai 50 persen itu bergerak tiketnya. Artinya tiket ini bergerak cukup positif dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Troy menilai kehadiran dua pembalap lokal, Fadillah Ikhsan dan Mario Aji, turut memberikan pengaruh terhadap minat masyarakat untuk membeli tiket.
Menurut dia, meningkatnya pergerakan tiket juga berdampak pada sektor lain, mulai dari maskapai penerbangan, perhotelan hingga paket perjalanan yang ditawarkan sejumlah agen perjalanan.
“Karena tiket yang bergerak cukup bagus, akhirnya itu bergerak yang lain, seperti maskapai dan perhotelan dan juga ada paket-paket yang dilakukan oleh beberapa travel untuk menonton di Mandalika,” jelasnya.
Promosi Dilakukan Bertahap
Terkait promosi MotoGP yang dinilai masih minim, Troy menegaskan strategi pemasaran sebenarnya terus berjalan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan dukungan media massa.
Ia mengatakan promosi tidak seluruhnya dikeluarkan sejak awal, melainkan dibagi berdasarkan momentum dan target pasar.
“Promo itu bukannya tidak ada, tapi kami bagi berdasarkan cluster. Karena kami ingin bahwa promo ini bukan sesuatu yang dihamburkan di depan, tapi tidak ada ujungnya di belakang,” ujarnya.
Troy mengatakan promosi yang lebih agresif akan dilakukan di Jakarta mulai awal pekan depan. Strategi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari pengaturan ritme kampanye pemasaran hingga mendekati pelaksanaan balapan.
“Semua kita bagi, kita step by step. Jadi nggak semua kita habiskan di awal,” katanya.
Selain promosi, dukungan pemerintah juga dinilai menjadi faktor penting dalam menyukseskan MotoGP Mandalika. Troy menyebut sejumlah kementerian telah memberikan perhatian terhadap penyelenggaraan event tersebut karena dampak ekonominya bagi NTB.
Ia menegaskan MotoGP bukan sekadar ajang olahraga, tetapi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.
Dorong Jadwal MotoGP Tak Bentrok dengan F1 Singapura
Troy juga mengungkapkan pihaknya akan melakukan pembicaraan dengan Dorna agar jadwal MotoGP Mandalika pada tahun mendatang tidak kembali berbarengan dengan Formula 1 (F1) Singapura.
Menurutnya, MotoGP Mandalika dan F1 Singapura memiliki pasar yang berbeda. Namun, benturan jadwal dinilai perlu dihindari agar potensi kunjungan wisatawan dan penonton ke Mandalika bisa lebih maksimal.
“Satu hal yang kita ingin perjuangkan, sudah tidak boleh lagi tahun depan itu jangan disandingkan dengan waktu yang bersamaan kembali. Itu yang akan kita bargaining dengan Dorna,” tegas Troy.
Ia mengatakan dorongan tersebut bukan hanya berasal dari penyelenggara, tetapi juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk komunitas dan pelaku usaha.
Troy menambahkan, MotoGP Mandalika 2026 ditargetkan mampu menarik sekitar 145 ribu penonton. Setelah seluruh rangkaian event selesai, pihaknya akan menghitung capaian dan dampak yang dihasilkan secara keseluruhan.
“Kita punya target penonton 145 ribu kepala penonton. Insyaallah itu bisa tercapai,” pungkasnya.
Persiapan MotoGP Mandalika sendiri terus dikebut untuk memastikan penyelenggaraan tahun ini tidak hanya sukses dari sisi balapan, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, transportasi, perhotelan dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan.
