DPRD NTB Dorong Penanganan Warga Terdampak Kebakaran Sade Jadi Prioritas

LOMBOKita — Penanganan warga yang terdampak kebakaran di Desa Wisata Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, harus menjadi prioritas pemerintah. Selain kehilangan tempat tinggal, warga juga kehilangan barang-barang serta sumber penghasilan yang selama ini menopang kehidupan mereka.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD NTB, H. Lalu Arif Rahman Hakim, saat meninjau langsung kondisi Desa Wisata Sade yang dilanda bencana kebakaran, Minggu pagi.

Menurutnya, pemerintah harus segera memikirkan tempat penampungan sementara bagi warga terdampak sekaligus memastikan keberlangsungan hidup mereka selama proses pemulihan kawasan berlangsung.

“Pertama kita pikirkan dulu bagaimana kelangsungan hidup mereka. Karena hampir semua ini rumahnya nggak ada dan isinya semua. Nah, ini yang harus kita pikirkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, persoalan warga tidak berhenti pada penyediaan tempat tinggal sementara. Pemerintah juga perlu memikirkan sumber penghidupan masyarakat karena kebakaran tersebut telah menghilangkan aset dan mata pencaharian warga.

“Bagaimana kita akan tampung mereka, begitu juga untuk yang sehari-harinya ke depan. Ini sumber penghasilan mereka, yang hilang semua,” katanya.

Lalu Arif mengatakan, setelah kebutuhan mendesak warga tertangani, pemerintah perlu segera menyusun langkah untuk membangun kembali kawasan Sade. Namun, pembangunan kembali harus tetap mempertahankan karakter budaya dan nilai estetika yang menjadi identitas desa wisata tersebut.

“Ini memang situs, kita akan bangun kembali, kita tata tanpa menghilangkan nilai estetik atau nilai budayanya,” tegasnya.

Ia meminta proses penataan nantinya dilakukan secara lebih matang dan detail, terutama dari sisi mitigasi bencana. Menurutnya, pengalaman kebakaran ini harus menjadi evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan dampak besar.

“Penataannya betul-betul kita pikirkan sedetail mungkin supaya tidak terjadi lagi hal-hal seperti ini. Kalaupun terjadi hal seperti ini, kita sudah ada langkah-langkah untuk menghentikannya,” ujarnya.

Arif menilai Desa Wisata Sade merupakan salah satu destinasi wisata andalan Lombok yang keberadaannya harus dijaga. Karena itu, pemulihan kawasan tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus memastikan masyarakat yang menjadi bagian penting dari destinasi tersebut dapat kembali menjalankan kehidupannya.

“Ini situs yang memang harus kita pelihara dan jaga. Kalau sudah begini, siapa yang rugi? Padahal ini menjadi destinasi wisata andalan kita di Lombok,” katanya.

Ia pun mendorong pemerintah bergerak cepat menentukan lokasi penampungan warga, memberikan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar, serta menyiapkan skema pemulihan ekonomi masyarakat hingga kawasan Sade kembali berfungsi dan aktivitas wisata dapat berjalan normal.

“Segera. Kalau warga terdampak, segera kita harus pikirkan ke mana mereka akan kita tampung, lalu langkah-langkah apa yang perlu kita lakukan untuk memberikan mereka solusi kehidupan ke depan,” pungkasnya.