Tanggul Kali Jangkuk Mataram Jebol, Warga Khawatir Kena Dampak

Sungai kali jangkuk Mataram . net

LOMBOKita – Tanggul Kali Jangkuk di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, jebol sekitar 20 meter setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi dan merata sejak dua hari terakhir.

Menurut Suherman (39) salah seorang warga yang tinggal di sekitar tanggul jebol tersebut di Mataram, Selasa, tanggul Kali Jangkuk itu diperkirakan jebol dini hari.

“Tadi malam terjadi hujan deras disertai petir dan angin kencang. Jadi kami tidak tahu persis jam berapa tanggul ini jebol, setelah salat subuh saya ke luar dan melihat kondisi tanggul sudah roboh begitu juga tiang pengaman tebing,” katanya.

Terkait dengan itu, ia berharap pemerintah segera mengambil tindakan terhadap tanggul yang jebol tersebut.

“Kami khawatir jika tidak segera ditangani, kerusakan tanggul akan terus meluas dan akhirnya bisa berdampak ke rumah penduduk,” ujarnya.

Menurutnya, lebih cepat pemerintah mengambil tindakan terhadap bencana tersebut, bisa meminimalisasi kerugian sebab kerusakan yang terjadi saat ini masih bebatas tanggul belum mengara ke jalan hotmix yang baru dibangun pemerintah sekitar tiga tahun lalu.

“Jika penanganan lambat, kita khawatir akan berdampak pada kerusakan jalan sehingga akan memutus akses jalan di pinggir Kali Jangkuk dan biayanya tentu akan lebih besar,” katanya.

Dari hasil pantauan di lapangan, jebolnya tanggul Kali Jangkuk ini murni disebabkan intensitas hujan tinggi dan terjadi secara merata sehingga debit air Kali Jangkuk naik hingga menyebabkan jebolnya tanggul.

Tanggul yang jebol mencapai sekitar 20 meter, belum termasuk kondisi tanggul yang retak di bagian barat yang juga perlu diwaspadai, mengingat ketinggian air di pinggir Kali Jangguk saat ini masih cukup tinggi.

Sementara Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang yang dikonfirmasi terkait penanganan tanggul tersebut, menyatakan, pemerintah kota segera melakukan penanganan untuk menghindari bencana yang lebih besar.

“Kami segera instruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turun lapangan agar bisa ditangani dengan cepat dan tepat,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram H Mahmuddin Tura belum dapat dikonfirmasi.