Dinas LHK Lombok Timur, Usung Pengelolaan Sampah Jadi Kompos dan Bahan Daur Ulang
LOTIM LOMBOKita – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur berupaya masuk dalam program Local Service Delivery Program (LSD), proyek pengelolaan sampah menjadi nilai ekonomi yang diperebutkan 30 kabupaten/kota di Indonesia.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Lotim DR H Pathurrahman mengatakan, melalui program ini sampah akan diolah menjadi kompos dan bahan daur ulang yang bisa dicetak menjadi produk ekonomi.
“Kalau di Lotim yang memungkinkan adalah membuat dia menjadi kompos, membuat dia menjadi bahan daur ulang yang bisa kita cetak nanti. Sekitar 100 sampai di bawah 150 ton per hari yang bisa kita kelola,” ujar Pathurrahman, Senin
Saat ini Lotim sudah lolos tahap seleksi administrasi. Tahap selanjutnya adalah verifikasi lapangan oleh tim dari Kementerian PU dan Kemendagri yang dijadwalkan turun pada Juli 2026.
“Kita menunggu tahapan verifikasi lapangan. Apakah daerah ini siap dengan lahan termasuk dokumen-dokumen fisik lainnya. Harapan kita mudah-mudahan Lombok Timur bagus penilaiannya saat verifikasi lapangan,” jelasnya.
Untuk mendukung program ini, Pemda Lotim telah menyiapkan lahan lebih dari 2 hektar di kawasan TPA sejak sebulan setelah Lebaran. Pemilihan lokasi di kawasan TPA bertujuan agar sisa sampah yang tidak terkelola bisa langsung diproses di Tempat Pemrosesan Akhir.
Pathurrahman menyebut saat ini sampah yang masuk ke TPA sekitar 112 ton per hari dari beberapa kecamatan. Estimasi total timbulan sampah di Lotim mencapai 150 ton per hari.
“Kebutuhan sampah yang dikelola sekitar 120-150 ton. Kuncinya sampah itu harus ada pemilahan. Kalau tidak ada pemilahan akan sulit,” tegasnya.
Untuk sampah organik rencananya akan diolah menjadi pakan maggot dan kompos. Sementara sampah anorganik akan didaur ulang menjadi bahan cetakan.
Ia juga menegaskan TPA tidak lagi menggunakan sistem _open dumping_ atau pembuangan terbuka. Saat ini TPA Lotim diarahkan menjadi _sanitary landfill_ dengan sistem pemadatan dan penimbunan tanah berlapis. Selain itu petugas juga melakukan _control landfilling_ dan piket Sabtu-Minggu untuk mencegah kebakaran seperti yang terjadi di Jatibarang.
“Kami bersama-sama berusaha maksimal dan berdoa agar Lotim terpilih menjadi lokasi program LSDP ini,” pungkasnya.
