Revisi Perda Miras di Lotim Mendapat Penolakan “”Bukan Untuk Melegalkan”
LOTIM LOMBOKita –Salah seorang akademisi yang juga Wakil Rektor IAIH NWDI Pancor DR Abdul Hanan menolak rencana revisi Peraturan Daerah Perda tentang minuman keras (miras ) di Kabupaten Lombok Timur, yang diwacanakan dilakukan oleh DPRD Lombok Timur melalui inisiatif dewan. jika tujuannya untuk memberikan ruang legal bagi miras di kawasan wisata.
“Revisi Perda itu menjadi sesuatu yang tidak saya setujui kalau arahnya untuk memberikan ruang untuk melegalkan peredaran miras,” ujarnya, Senin.
Menurutnya, terhadap wacana revisi Perda Miras tersebut, dinilai perlu ada kajian mendalam , terutama berkaitan alasan kunjungan wisatawan mancanegara ke Lotim.
“Apakah kunjungan wisatawan mancanegara itu karena memang tidak tersedia miras atau mungkin karena tidak ada atraksi yang lain. Saya kira Perda ini juga bagian dari cara pemerintah untuk membuat suasana nyaman, suasana dalam konteks penjagaan nilai adat istiadat kita dan kehidupan sosiologi kita,” jelasnya.
Menurutnya, dampak miras tidak hanya dirasakan oleh pelaku, tetapi juga lingkungan sekitar. Karena itu agama juga mengharamkan.
“Miras ini perlu dikaji secara mendalam. Dampaknya tidak hanya bagi yang mengkonsumsi, tapi bisa melebar kemana-mana kalau berlebihan. Makanya agama juga mengharamkannya karena tidak hanya merugikan pelaku tapi juga lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Ia juga menyoroti praktik penjualan miras sembunyi-sembunyi di beberapa hotel.ini juga perlu ditertibkan. “Kalau berdasarkan di beberapa hotel nanti sembunyi-sembunyi seperti itu, maka hotel itu perlu ditertibkan. Mereka berada di Lombok Timur ya tentu juga harus patuh sama ketentuan-ketentuan yang ada di daerah kita,” katanya.
Akademisi ini justru melihat revisi Perda yang mengarah pada legalisasi miras sebagai tantangan bagi Pemda untuk lebih kreatif mengembangkan pariwisata.
“Saya kira ini justru menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk membuat banyak kreativitas. Ruang-ruang inovasi pariwisata itu sebenarnya sangat luas,” ujarnya.
Ia menegaskan wisatawan mancanegara datang ke Lotim bukan untuk miras. Tetapi untuk menikmati pesona alam Lombok Timur. “Menurut saya mereka datang ke sini untuk melihat banyak hal-hal yang tidak ada di negaranya. Mungkin keindahan alam, kemudian adat istiadat yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Kalau tujuannya hanya untuk miras ngapain mereka jauh-jauh ke negeri orang. Di negara mereka kan banyak hal yang mau dilihat,” pungkasnya.
