Tambang Pasir Besi Ijobalit Dihentikan, Karleko Bergejolak‎

LOMBOKita – Setelah pemerintah menghentikan kegiatan tambang pasir besi yang dilakukan perusahaan PT Anugerah Mitra Graha (AMG) di wilayah Ijobalit.

Namun kini kegiatan tambang pasir besi di Desa Karleko kembali bergolak,  yang berujung bentrok diantara massa yang pro dan kontra terhadap  kegiatan aktivitas penambangan pasir besi yang dilakukan di pantai Gaga,Desa Karleko,jumat dinihari (18|5),sekitar pukul 00.00 wita.

Agar tidak berbuntut panjang,  aparat keamanan langsung datang ke lokasi untuk meredam dan menghalau kedua kubu.Agar tidak terjadi bentrok berlanjut dengan meminta sama-sama untuk menahan diri.

Berdasarkan pantau media ini, terjadinya aksi penolakan terhadap kegiatan tambang pasir besi tersebut , bermula dari pihak PT AMG mendatangkan alat berat ke wilayah pantai Gaga pada Kamis sore.

Maka inilah yang membuat warga tidak terima. Dengan mendatangi lokasi tempat alat berat itu di parkirkan,bahkan warga mengajak yang lainnya untuk merusak dan membakar alat berat tersebut.

Dilain pihak  puluhan warga yang pro terhadap kegiatan tambang itu di minta oleh pihak PT AMG menjaga alat berat tersebut. Dengan berusaha untuk menghalangi warga yang kontra masuk ke lokasi,dan sempat terjadi adu mulut dan nayiris adu jotos.

Kemudian tidak berapa lama dari aparat kepolisian datang ke lokasi,dengan meminta warga untuk membubarkan diri. Dengan tidak main hakim sendiri,bahkan aparat langsung memasang police line terhadap alat berat tersebut.

Setelah alat berat dipasangkan police line massa kedua kubu langsung membubarkan diri ke rumah masing-masing.Apalagi setelah diberikan pengarahan dan pemahaman oleh aparat keamanan.

Ketua BPD Karleko, Krisma mengatakan kalau yang dilakukan warga ini tidak lain sebagai bentuk protes dan penolakan warga atas kegiatan penambangan yang dilakukan PT AMG di wilayah Karleko.

” Kami sejak dari dulu sudah melakukan penolakan terhadap kegiatan tambang pasir besi itu,namun perusahaan tetap memaksakan maka beginilah jadinya,” tegas Krisma saat dikonfirmasi.

Ditempat terpisah Kapolsek Labuhan Haji,Iptu Muhajirin mengakui kalau adanya penolakan warga terhadap kegiatan aktivitas tambang tersebut. Terlebih lagi dengan datangnya alat berat ke lokasi sehingga inilah yang menyebabkan mengundang reaksi keras dari warga yang menolak.

” Untuk kami cepat datang sehingga tidak terjadi bentrok diantara kedua belah pihak dengan meminta kepada warga untuk menahan diri,” tegas Muhajirin.