Sekum DPP Muhammadiyah: Resmikan Gedung Rumah Sakit UMmAT PKU Muhammadiyah Lotim
LOTIM LOMBOKita – Sekretaris Umum DPP Muhammadiyah, yang juga Menteri Dikdasmen RI , Prof. Abdul Mu’ti, meresmikan rumah sakit UMMAT PKU Muhamadiyah Lombok Timur. Ia menyebut rumah sakit ini sebagai bukti bahwa jika Muhammadiyah sudah berniat, sulit dihentikan.
“Saya tahu liku-liku dan perjuangannya. Mengikuti dinamika yang ada, saya juga ikut mendoakan dari jauh supaya rumah sakit ini terwujud,” ujarnya.di hadapan Gubernur NTB HL M Iqbal, Sekda Lotim HM Juaini Taufik. Mewakili Bupati.
Prof. Abdul Mu’ti mencontohkan semangat tersebut dengan kisah pembangunan rumah sakit dan fasilitas air bersih Muhammadiyah di daerah lain. Menurutnya, sering kali proyek dimulai dari dana kecil tapi bisa selesai karena azam dan ikhtiar bersama.
“Orang Muhammadiyah itu kalau sudah punya niat, susah dihentikan. Kadang bedanya tipis antara niat dan nekat. Rancangan 100 miliar, mulainya 100 juta, tapi selesai juga,” katanya disambut tawa hadirin.
Ia menegaskan, Muhammadiyah kini mengembangkan sistem ‘yang kuat membantu yang lemah’. Rumah sakit di Lombok Utara dan Lombok Timur adalah contohnya. Bantuan alat, ambulans, hingga pendampingan terus dilakukan agar layanan kesehatan menjangkau masyarakat yang sulit mengakses fasilitas.
Prof. Abdul Mu’ti juga menyoroti pentingnya membangun budaya hidup sehat, bukan hanya membangun rumah sakit. Ia mengutip data Kemenkes yang menunjukkan tiga masalah kesehatan dominan pada anak sekolah: gigi, mata, dan telinga, akibat pola makan tidak sehat, penggunaan gadget berlebihan, dan minimnya aktivitas fisik.
“Lebih baik membangun masyarakat yang hidup sehat dan lingkungan yang sehat, daripada hanya membangun rumah sakit,” tegasnya.
Ia mendukung program pemerintah “ASRI” – Aman, Sehat, Resik, dan Indah – serta program Senam Anak Indonesia Hebat yang ia luncurkan saat menjabat Mendikdasmen. Menurutnya, perubahan kebiasaan hidup sehat harus dimulai sejak dini.
Prof. Abdul Mu’ti juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah kini memiliki 127 rumah sakit, pabrik infus sendiri, dan kapal rumah sakit terapung untuk menjangkau pulau-pulau terpencil. Ke depan, Muhammadiyah berencana mengembangkan pabrik obat agar biaya layanan kesehatan bisa lebih terjangkau.
“Kalau negara maju, kita juga harus mampu memproduksi sendiri. Pilihannya jelas: membangun solusi sendiri daripada hanya menjadi pasar,” ujarnya.
Ia berharap rumah sakit baru di Lombok Timur ini bisa menjadi tempat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Namun ia kembali mengingatkan, membangun budaya sehat jauh lebih penting daripada sekadar menambah jumlah rumah sakit.
“Hampir semua doa kita itu minta sehat. Kalau mau hidup sehat, perhatikan apa yang kamu makan. Karena semua makanan itu akan bercerita pada tubuh kita,” tutupnya.
sementaea Itu Gubernur NTB HL M Iqbal memberikan apresiaai atas berdirinya RS UMMAT PKU Muhammasiyah Lombok Timur. ” Kita apewa Iaia kalau rumah sakit ini, akan mulai beroperasi bulan Oktober mendatang, “ucapnya.
Iqbal juga mengaku indonesia voluntarystem dan jiwa dermawannya tertinggi di dunia. Dan selalu bersaing dengan Turki. Sehingga ada keyakina kalau. Muhammadiyah membangun sesuatu, pasti terwujud,
” Hanya berniat saja bisa membangun, seperti pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah di Lotim, ” Ujarnya. Dengan full of knaulege ( kekuatan pengetahuan penuh) yang ada di Muhammadiyah sudah cukup untuk mengembangkan rumah sakit, dan optimis rumah Sakit Muhammadiyah ini akan berkembang dan membawa manfaat bagi seluruh masyarakat yang ada di di sekitar rumah sakit khususnya , dan masyadakat Lotim.
