Sehari, 14 Ton Sampah Menumpuk di Gili Trawangan
LOMBOKita – Persoalan sampah di wilayah Gili Trawangan Kabupaten Lombok Utara hingga saat ini seakan masih menjadi pekerjaan berat bagi pemerintah daerah setempat sehingga belum mampu diselesaikan.
Volume sampah Gili Trawangan kian menumpuk seiring makin padatnya wisatawan berkunjung ke daerah wisata itu.
Kabid Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Kawasan Permukiman (DLHPKP) Kabupaten Lombok Utara, Rusdianto menjelaskan, jumlah sampah di Gili Trawangan pada awal tahun 2018 bertambah 7 ton dari hari-hari biasa.
“Pada hari biasa jumlah sampah sebanyak 7-8 ton per hari, namun memasuki tahun baru 2018 sampah membludak menjadi 12-14 ton per hari,” ungkap Rusdianto kepada Lombokita.com di kantornya, Rabu (10/1/2018).
Jumlah sampah yang kian membludak ini, menurut Rusdianto, dipengaruhi oleh jumlah kunjungan wisatawan yang terus bertambah.
Karenanya, kata Rusdianto, pihaknya berupaya menambah jumlah personil yang biasanya bertugas menjaga kebersihan sebanyak 10-12 orang menajadi 16 orang atau dikondisikan dengan volume sampah yang ada.
Untuk volume jumlah sampah itu, DLHPKP Lombok Utara sangat membutuhkan alat pengolahan sampah di wilayah itu, karena beberapa waktu lalu Pemda telah membebaskan lahan sebagai temapt pengolahan sampah agar tidak terlalu berat diangkut ke darat.
“Jika alat pengolahan sampah sudah dimiliki, maka yang diangkut ke darat hanya residunya sehingga bisa mengurangi beban pengangkutan yang selama ini menggunakan kapal tongkang,” jelas Rusdianto.
