Sayang Sekali, Call Center Justru Sering Disalahgunakan

LOMBOKita – Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mataram Ki Agus M Idrus mengatakan pihaknya enggan menggunakan layanan “call center” dalam menerima informasi kejadian bencana kebakaran.

“Layanan ‘call center’ yang gratis tanpa pulsa ini seringkali disalahgunakan dan dimanfaatkan untuk memberikan informasi tidak benar,” katanya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Ia mengatakan, sejak layanan “call center” 112 beroperasi, petugasnya sering menerima laporan masyarakat yang tidak akurat.

Begitu ada laporan dari “call center” 112, timnya langsung melakukan persiapan turun ke lokasi, namun setelah dikonfirmasi ke aparat kelurahan dan lingkungan setempat ternyata laporan itu tidak benar.

“Penyalahgunaan fasilitas layanan ini tentu mengganggu kinerja aparat kami, karenanya kami mengambil kebijakan untuk tidak memanfaatkan layanan tersebut,” katanya.

Dikatakan, layanan darurat yang digunakan Dinas PMK saat ini masih pada 0370-645872. Nomor layanan darurat pemadam kebakaran itu sudah cukup terkenal dan akurat.

Ia mengatakan, layanan dengan nomor telepon tersebut dinilai lebih akurat, karena hanya akan digunakan ketika masyarakat benar-benar berada dalam kondisi darurat dan membutuhkan petugas PMK.

“Layanan telepon itu tidak gratis, sehingga masyarakat berberpikir jika hanya ingin melakukan panggilan main-main,” katanya.

Dengan demikian, begitu ada panggilan masuk, timnya yang siaga 24 jam langsung bergerak cepat dengan menggunakan berbagai alat pemadam kebakaran.

“Jadi kami merasa informasi melalui layanan darurat lebih akurat dibandingkan layanan melalui ‘call center’,” katanya.

Mantan Camat Ampenan ini menambahkan, jumlah kasus kebakaran yang terjadi sejak Januari sampai sekarang sebanyak 37 kasus. Jumlah itu berkurang dibandingkan tahun 2016 sebanyak 46 kasus.

“Bencana kebakaran itu rata-rata disebabkan arus pendek listrik, karenanya masyarakat diharapkan bisa meningkatkan kewaspadaan saat menggunakan barang-barang elektronik,” ujarnya.