Safari di Bagu, Warga Rebutan Salaman dengan Lalu Pathul Bahri
LOMBOKita – Safari Ramadan yang dilaksanakan di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata, pelaksana tugas Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mendapat sambutan meriah dari ratusan jemaah yang telah menunggu di Masjid Nurul Iman setempat, Senin (28/5/2018).
Kepala Desa Bagu, Agus Silaturrohman dalam sambutanya menyampaikan selamat datang dan syukur atas kehadiran pelaksana tugas bupati Lalu Pathul Bahri sebagai bentuk perhatian seorang pemimpin kepada masyarakat yang dipimpinnya.
”Selamat datang pak bupati bersama rombongan di tempat kami yang sangat sederhana ini. Ini merupakan sebuah keistimewaan bagi kami, karena biasanya yang datang memenuhi undangan kami adalah pak camat,” ucap Kepala Desa.
Atas kehadirannya itu, pelaksana tugas bupati seakan menjadi artis dan seketika menjadi rebutan salaman dari para warga yang juga dihadiri puluhan tokoh agama yang ada di desa tersebut.
Hal itu, kata Kepala Desa, merupakan nilai lebih Desa Bagu karena pada bulan Ramadan tahun ini safari Ramadan langsung dihadiri plt Bupati Lombok Tengah.”Untuk itu, kami berharap arahan dari Bapak Bupati sebagai langkah kami membangun desa ini,” harapnya.
Sementara itu, Plt. Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan terima kasih banyak atas antusias masyarakat yang telah menyempatkan hadir pada acara tersebut. Ia juga memperkenalkan seluruh SKPD yang saat ini mengkoordinir kegiatan tersebut.
”Pada setiap kegiatan mala mini secara serentak di seluruh desa di Bagu, diadakan santunan anak yatim piatu masing-masing desa 100 orang,” katanya.
Lalu Pathul Bahri menegaskan, bila di Lombok Tengah terdapat 136 desa dan kelurahan, maka anak yatim piatu yang disantunan selama kegiatan Safari Ramadan adalah 100 orang dikalikan 136 desa dengan total dana yang diberikan yakni Rp50 ribu dikalikan 100 orang dikalikan 136 desa yang ada.
“Bisa dibayangkan berapa total dana bantuan yang diberikan kepada anak yatim piatu tersebut. Namun berkat adanya Baznas yang telah dibentuk oleh Pemkab Lombok Tengah, maka persoalan sumber dana bantuan untuk anak yatim piatu tersebut bisa terealisasi,” papar Lalu Pathul Bahri.
Karena itulah, lanjut Wakil Bupati, salah satu tujuan pemerintah daerah terus menjalankan berbagai program pemerintah, termasuk saat ini mengembangkan dunia pariwisata yang sejalan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta Pujut.
”Karena kalau PAD kita semakin tinggi, maka apa yang tidak bisa kita lakukan,” tandas Lalu Pathul Bahri.
Dengan banyaknya pembangunan hotel yang ada di KEK Mandalika, katanya, secara otomatis akan mampu meningkatkan PAD bagi Kabupaten Lombok Tengah. Seperti kawasan Nusa Dua Bali yang juga dikelola oleh ITDC dengan hanya luas 350 Ha mampu memberikan PAD bagi daerah setempat dengan jumlah yang fantastis, apalagi KEK Mandalika yang luasnya mencapai 1500 hektar.
Saat ini, lanjut Bupati, dengan bertambahnya PAD dari tahun ke tahun, membuat Lombok Tengah menjadi satu-satunya kabupaten yang berani memberikan intensif bagi seluruh marbot yang ada di Lombok Tengah yang totalnya berjumlah 1400 marbot. Begitu juga para guru honorer diberikan SK dengan konsekuensi harus ada yang diberikan oleh Pemkab. Beikut kader posyandu yang ada di seluruh Lombok Tengah yang jumlahnya ribuan juga diberikan.”Apalagi nanti kalau KEK Mandalika benar-benar beroperasi, maka apa yang tidak bisa kita berikan,” jelasnya.
Begitu juga dengan pembangunan pasar jelojok yang ada di Desa Barabali Kecamatan Kopang dengan anggaran Rp.79 miliar, salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Lombok Tengah.
Kenapa di jelojok? Plt.Bupati menjelaskan, sebanyak 250 ribu orang yang berasal dari pulau Sumbawa, yakni masyarakat KSB, Sumbawa Besar, Bima dan Dompu bepergian keluar daerah melalui pelabuhan kayangan kemudian langsung menuju Bandara.
”Selama ini tidak ada satupun diantara mereka yang berhenti membelanjakan uangnya di Lombok Tengah. Hanya lewat saja,” teranganya.
Dengan adanya Pasar Jelojok tersebut, merupakan salah satu strategi untuk menghadang mereka berhenti sejenak untuk membelanjakan uangnya di Lombok Tengah. Caranya yakni dengan mendesain pasar Jelojok tersebut dilengkapi dengan Rest Area yang nyaman sehingga membuat mereka tertarik untuk berhenti dan beristirahat dipasar tersebut.
”Kalau mereka sudah diam disana, maka dipastikan mereka akan membelanjkan uangnya dan itu menambah jumlah uang yang beredar di Lombok tengah sehingga akan meningkatkan roda perekonmian di Lombok tengah yang akan berdampak meningkatkanya kesejahteraan masyarakat,” jelas Lalu Pathul Bahri.
