Ratusan Warga Kota Mataram Terdampak Banjir Rob

Ilustrasi banjir rob

LOMBOKita – Sebanyak 152 warga nelayan yang menempati puluhan rumah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, terdampak banjir rob yang terjadi karena adanya peningkatan ketinggian gelombang yang mencapai di atas dua meter.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Abdul Majid di Mataram, Selasa, menyebutkan, sampai saat ini jumlah rumah yang terdampak berat terhadap banjir rob sebanyak 21 unit.

“Sebanyak 21 unit itu berada di Kelurahan Mapak Kecamatan Sekarbela sebanyak 17 unit dan tiga unit di Kampung Bugis Kecamatan Ampenan,” katanya.

Namun demikian, para keluarga yang berada pada puluhan rumah yang terkena dampak banjir rob pada Senin malam (29/1) tersebut masih menempati rumah mereka dan mereka belum mau direlokasi.

“Mereka, masih bertahan di rumah masing-masing karena belum merasa terlalu mendesak,” katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya banjir rob susulan, BPBD telah mendistribusikan sebanyak 150 karung, dengan rincian 100 karung di Kampung Bugis dan 50 karung di Kelurahan Mapak.

“Tim reaksi cepat (TRC) dan pasukan siaga bencana (tagana) sudah bergotong-royong memasukkan pasir dalam karung dan membuat tanggul sementara. Jika karung kurang, kami siap kirim lagi,” katanya.

BPBD sedang melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial untuk pendistribusian bantuan kebutuhan rumah tangga, dan Dinas Ketahan pangan untuk pendistribusian beras.

“Meskipun warga belum direlokasi, tapi mereka membutuhkan bantuan karena dengan kondisi saat ini mereka tidak bisa beraktivitas mencari nafkah,” katanya.

Sedangkan untuk bantuan bahan bangunan bagi rumah warga yang rusak baik akibat banjir rob maupun puting beliung akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Untuk memeriksa kesehatan warga yang terdampak banjir rob, tim dari Dinas Kesehatan sudah turun dan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” katanya.

Camat Sekarbela Cahaya Samudra yang dikonfirmasi mengatakan, jumlah warganya yang terdampak banjir rob di Kelurahan Mapak sebanyak 17 kepala keluarga (KK).

“Satu KK atas nama Marzuki, rumahnya terdampak rusak berat yang saat ini sedang diidentifikasi untuk mendapatkan bantuan bahan bangunan. Sedangkan bantuan peralatan rumah tangga sudah didistribusikan kepada semua korban,” katanya.

Hal senada juga dilontarkan Camat Ampenan Zarkasyi, dimana KK yang terdampak parah banjir rob sebanyak tiga KK, dan mereka sudah mendapatkan bantuan peralatan rumah tangga dari Dinas Sosial.

“Untuk bantuan beras dan sembako sudah kami usulkan, semoga saja bisa segera didistribusikan,” katanya.

Zarkasyi menambahkan, dari tiga KK yang terdampak banjir rob tersebut satu KK sudah direlokasi ke rumah keluarga terdekat karena pada bagian belakang rumahnya hanyut terbawa arus.

“Hari ini kami bergotong-royong membantu memperbaiki rumah warga yang terkena dampak banjir rob dan puting beliung di Bintaro,” katanya.