Potensi Besar Wisata Kuliner NTB
Untuk mewujudkannya, sinergitas seluruh pihak, terutama Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi bersama dengan kabupaten/kota dan pemangku kepentingan di sektor pariwisata menjadi faktor penentu keberhasilan tersebut.
Dalam hal ini seluruh kabupaten dan kota menyatakan kesanggupannya untuk melakukan berbagai perbaikan dan peningkatan, untuk membangun pariwisata NTB.
Ia mengakui beberapa kendala yang selama ini sering terjadi di lapangan, di antaranya, soal tata kelola tujuan wisata, tentang sampah, pungutan, kesiapan keamanan dan lainnya itu yang perlu dibahas.
Senada dengan Kadispar, Asisten II Setda NTB Chaerul Mahsul menyatakan bahwa dengan dukungan masyarakat dia optimistis target kunjungan 4 juta wisatawan tersebut akan tercapai.
Untuk mewujudkan target kunjungan wisatawan pada 2018 semua pihak harus mendukung, Dinas Pertanian dan Perkebunan misalnya, dukungan pasokan bahan baku restoran dan hotel seperti sayur, beras dan buah.
Selain itu sekitar tujuan wisata juga perlu penguatan kelembagaan untuk masyarakat, sehingga mereka berperan membantu aparat keamanan dalam mengamankan daerahnya, demikian juga dengan UMKM yang ada.
Terkait kesiapan SDM, Chaerul mengatakan daya saing SDM kepariwisataan di NTB cukup bagus, karena sekarang sudah ada Politeknik Pariwisata (Poltekpar), yang nantinya diperkuat pendidikan pelatihan vokasional, seperti yang ada di BLK.
Berbagai upaya yang sedang dan akan dilaksanakan oleh pemda di NTB, terutama pembenahan objek wisata, peningkatan kualitas SDM pariwisata dan pengembangan wisata kuliner target kunjungan 4 juta wisatawan optimis bisa diwujudkan.
