Peserta Lomba Renang MWP Kram Saat Peresmian

Ilustrasi kolam renang

LOMBOKita – Peresmian “Mataram Water Park” yang berada di belakang tugu Bumi Gora Jalan Udayana Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, diwarnai insiden tiga siswa peserta lomba renang mengalami kram sehingga dikeluarkan dari lintasan dan lomba dihentikan sementara.

Panitia Lomba M Jaelani di Mataram, Rabu, mengatakan tiga siswa itu adalah M Rofi Wahyu dan Wahyu Nugroho siswa SMPN 1 Mataram dan I Gusti Ngurah Agung siswa SMPN 9 Mataram.

“Rofi Wahyu dan Wahyu Nugroho mengaku pusing ketika berada pada sekitar 25 meter di lintasan enam saat kegiatan pemanasan, sehingga tidak bisa mengikuti lomba,” katanya.

Kedua siswa tersebut melakukan pemanasan sebelum pertandingan renang tingkat SMP/MTs se-Kota Mataram dimulai, ini sebagai tanda beroperasinya “Mataram Water Park” (MWP).

Ketika siswa tersebut mengalami kram dan pusing, Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana langsung meloncat ke dalam kolam untuk menyelamatkan siswa tersebut.

Setelah itu barulah sejumlah aparat Satpol PP dan tim kesehatan serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Amran M Amin ikut melakukan penyelamatan.

Sedangkan I Gusti Ngurah Agung, lanjut Jaelani, mengalami kram pada lintasan yang sama namun berjarak sekitar 25 meter.

“I Gusti Ngurah Agung dibawa langsung oleh tim kesehatan dengan menggunakan mobil ambulans untuk mendapat perawatan lebih lanjut,” katanya.

Menurutnya, kasus yang terjadi pada tiga pelajar ini karena kondisi fisik dan mental peserta belum maksimal, apalagi ketiganya merupakan perenang pemula dalam arti belum pernah mengikuti lomba renang dengan panjang lintasan 50 meter.

“Mereka juga ternyata belum sarapan dan belum melakukan pemanasaan saat hendak bertanding. Itu mungkin terjadi karena semangat anak-anak yang akan ikut lomba,” katanya.

Terkait insiden tersebut kegiatan lomba ditunda, dan Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang langsung memimpin rapat di tempat dengan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Dalam rapat itu disepakati kegiatan lomba akan dilanjutkan setelah dilakukan berbagai persiapan lebih matang. “Kami juga akan mengundang anak-anak yatim untuk dilakukan zikir dan doa bersama.

Sementara, terhadap tiga pelajar yang keram di MWP, pemerintah kota akan melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan mereka.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram Amran M Amin menambahkan, sebelum MWP diresmikan pihaknya telah melakukan persiapan secara maksimal untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan.

Karenanya saat peresmian, mobil ambulans serta tim kesehatan disiagakan. “Insiden ini menjadi bahan evaluasi kita, dan kami berkomitmen tetap melanjutkan operasional MWP,” katanya.