Panitia dan Juri Lomba HUT RI ke-81 di Sukamulia Diprotes, Dinilai Kurang Serius
LOTIM LOMBOKita – Panitia dan dewan juri lomba HUT RI ke-81 tingkat Kecamatan Sukamulia, Lombok Timur mendapat sorotan dan protes dari sejumlah peserta. Mereka dinilai tidak serius dalam menggelar lomba dan melakukan penilaian.
Keluhan muncul karena saat peserta tampil, panitia dan juri terlihat bermain HP, mengobrol, bahkan meninggalkan tempat penjurian.
“Saya melihat panitia dan juri tidak serius menggelar lomba, sehingga penilaiannya tidak profesional,” ucap Dr. Muliadi, Kepala SMP NW Al-Istiqomah NW Lendang Batu, Kecamatan Sukamulia.
Menurut Dr. Muliadi, juri seharusnya tidak melakukan aktivitas yang memecah konsentrasi saat peserta tampil.
“Juri diminta tidak bermain ponsel, mengobrol, atau meninggalkan tempat penilaian. Fokus penuh juri diperlukan agar setiap detail penampilan peserta dapat diamati dan dinilai dengan tepat,” ujarnya.
Ia juga meminta panitia menghargai kerja keras peserta. Menurutnya, para peserta sudah mempersiapkan diri maksimal sebelum tampil sehingga berhak mendapatkan perhatian penuh dan apresiasi yang adil dari meja juri.
“Sikap keseriusan panitia dan juri ini juga bentuk dukungan moral. Dengan begitu peserta bisa tampil lebih percaya diri,” katanya.
Untuk menjaga kredibilitas hasil lomba, Dr. Muliadi menekankan dewan juri harus menjaga kejelian dan ketelitian dalam memberikan skor secara objektif dari awal hingga akhir acara.
“Penilaian harus dilakukan tanpa dipengaruhi faktor kelelahan atau gangguan eksternal, serta mengacu pada indikator yang telah ditetapkan,” pesannya.
Ia berharap dengan adanya evaluasi ini, pelaksanaan lomba ke depan di Kecamatan Sukamulia dapat berjalan lebih tertib, transparan, dan menghasilkan juara yang benar-benar layak.
