Panitia Bau Nyale Kaliantan Anggap Kadis Pariwisata Gila

Lalu Mustafa Basri, salah seorang panitia penyelenggara festival Bau Nyale Pantai Kaliantan Lombok Timur

LOMBOKita – Pernyataan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur HM Juhad yang menyatakan Bau Nyale Kaliantan bertaraf kampung, mendapat tanggapan panitia Festival Bau Nyale Kaliantan, Lalu Mustafa Bakri.

Sebelumnya diberitakan, Kadispar Lotim, HM Juhad mengatakan, Festival Adat Bau Nyale di Pantai Kaliantan bertarap kampung karena tidak masuk dalam kalender pariwisata pemerintah provinsi maupun nasional seperti di Kabupaten Lombok Tengah.

Menanggapi pernyataan itu, Lalu Mustafa Basri sangat menyayangkan seorang pejabat eselon II mengeluarkan pernyataan seperti itu. Padahal, festival Bau Nyale Kaliantan juga tidak kalah ramai dan semarak setiap tahun.

“Masak Kadispar Lotim katakan Bau Nyale Kaliantan bertarap kampung?, itu sama artinya pernyataan gila,” kata Lalu Mustafa Bakri, salah seorang panitia pelaksana Festival Bau Nyale Pantai Kaliantan Lombok Timur kepada wartawan di Selong, Selasa (30/1/2018).

Mustafa yang juga Kepala Unit pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Jerowaru ini menegaskan, seharusnya seorang Kepala Dinas Pariwisata berbangga dan berterimakasih kepada masyarakat yang melaksanakan ritual adat itu setiap tahun sehingga menambah kegiatan pariwisata di daerah ini.

“Meskipun kita tahu Bau Nyale Kaliantan itu tidak masuk dalam agenda Dinas Provinsi NTB maupun nasional, tapi kita patut bangga dan bersyukur karena di pantai Kaliantan juga tetap semarak,” kata Lalu Mustafa Basri.


Baca juga berita terkait:

Bau Nyale Kaliantan Dilaksanakan 3-6 Februari

Dispar Lotim: Bau Nyale Kaliantan Itu Taraf Kampung

Oleh karena itu, Lalu Mustafa Bakri meminta kepada Kadispar Lotim agar tidak sembarangan mengeluarkan pernyataan atau statemen, terlebih melalui media massa, agar tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.

Seharusnya, kata Mustafa Basri, Kadispar Lombok Timur bersyukur dengan adanya kegiatan bau nyale itu, akan menjadi salah satu daya tarik kunjungan wisatawan untuk memajukan dunia pariwisata.

“Seharusnya Kadispar Lotim mendukung penuh kegiatan bau nyale meski tidak masuk dalam even Provinsi atau nasional, bukan malah dengan mengatakan taraf kampung. Itu salah besar ya,” pungkas Lalu Mustafa Basri.