MNEK 2018 di Lombok, TNI AL Turunkan 38 Kapal Perang

Wakil Gubernur NTB H. Moh. Amin (kiri) bersama Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur Laksamana Muda TNI Didik Setiyono usai penandatanganan perjanjian kerjasama antara TNI AL dengan Pemerintah Provinsi NTB dalam rangka pelaksanaan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di ruang rapat utama, kantor Gubernur NTB. / foto: Humas NTB

LOMBOKita – TNI AL sebagai tuan rumah akan menurunkan 38 kapal perang untuk menyukseskan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat, 4-9 Mei.

“Ada banyak kapal perang yang disiapkan. Dari TNI AL menyiapkan 38 kapal perang yang kami kirim ke sini (Lombok), dari negara asing juga demikian,” kata Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim) Laksamana Muda TNI Didik Setiyono di Mataram, Kamis.

Ia mengatakan rencana itu pada penandatanganan perjanjian kerja sama antara TNI AL dengan Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kota Mataram, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Klungkung, Bali, dalam rangka pelaksanaan kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 di ruang rapat utama, kantor Gubernur NTB.

MNEK, menurut Panglima Koarmatim Didik Setiyono, merupakan kegiatan rutin TNI AL yang dilaksanakan setiap tahun setelah pertama kali dilaksanakan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau, kedua di Padang, Sumatera Barat, dan saat ini yang ketiga di Lombok, NTB.

“Kegiatannya secara paralel banyak sekali, dimulai opening seremoni, culture show, fun run, fun bike, pameran maritim lomba memasak yang diikuti rencana 60 negara. Tapi sekarang baru fix 12 negara, namun ini akan terus bertambah sampai hari H pada Mei,” jelasnya.

Pelaksanaan MNEK merupakan latihan noncombatan atau latihan yang menekankan pada diplomasi antar negara untuk penanggulangan bencana dan menjaga perbatasan. “Jadi kegiatan ini bisa mendekatkan masing-masing negara peserta,” ucapnya.

Menurutnya, dalam kegiatan MNEK juga akan dilaksanakan pelayaran kebangsaan dengan mengikutsertakan para pemuda di dalam kapal perang, termasuk bhakti sosial di daratan.

“Jadi ada kegiatan pembangunan dalam skala kecil, selain kegiatan di lautan,” jelasnya.

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin berharap kedatangan para pelaut dari negara-negara sahabat ke Lombok dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan kunjungan pariwisata dan meningkatkan investasi di NTB.

“Acara yang melibatkan 38 negara sahabat ini otomatis akan menghadirkan ribuan orang dari berbagai belahan dunia. Ini tentunya akan memberikan kontribusi dalam peningkatan industri pariwisata NTB yang alhamdulillah tumbuh pesat diikuti dengan pertumbuhan ekonomi kreatif kita yang dapat menumbuhkan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan investasi, serta peningkatan kemajuan dari berbagai sektor lainnya,” tandas Amin.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini

Komentar ditutup.