Menyulap Sampah Plastik Menjadi Barang Bermanfaat dan Hasilkan Rupiah
Permasalahan sampah menjadi sangat menghawatirkan seiring perkembangan zaman. Di era modern, sampah plastik semakin meningkat namun pemakaian produk plastik yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari. Akibat kondisi ini, keadaan semakin memburuk karena jumlah sampah plastik semakin menumpuk di dunia.
Kata sampah sudah tidak asing di telinga masyarakat. Sampah sering diidentikkan pada barang yang sudah tidak terpakai. Sampah plastik adalah bagian dari sampah yang sulit diurai alam.
Badan pusat statistik menyebutkan bahwa 66 juta ton sampah plastic dihasilkan di indonesiasetiap tahunnya. Dari angka tersebut, 4,8 juta ton nya tidak dikelola dengan baik. Jika penumpukan sampah plastikterus terjadi maka permasalahan pun bukan tidak munkin terjadi. Mulai dari bau busuk yang ada mengakibatkan polusi udara hingga pada bencana alam banjir. Bahkan berbagai wilayah di Indonesia telah terjadi banjir akibat ikut andailnya jumlah sampah plastik

Kelas perdana yang kami laksanakan pada tanggal 22 Desember 2021 pada jam 04:00-06:00 di posko KKN dasan geres tengah. Ibu-ibu PKK kelurahan dasan geres sangat atusias untuk menghadiri kelas pendauran ulang sampah plastik/gelas minuman untuk disulap menjadi ingke/tas.
Di samping itu peserta/ibu PKK kelurahan dasan geres tidak sungkan untuk menayakan apa yang tidak dipahami dan dari rekan-rekan KKN terpadu menjelaskan langkah perlangkah cara pembuatan ingke/tas agar ibu PKK kelurahan dasan geres dapat memahami cara pembuatan ingke/tas tersebut selain itu hasil karya ibu PKK bisa dibawa pulang agar bisa digunakan dirumah mereka. Dengan tujuan agar tidak membuang sampah plastik lagi.
Tidak haya itu kami adakan kelas kedua yang kami adakan di KMPS lapan belek di Dasan Geres Tengah pada tanggal 25 Desember 2021 pukul 16:00-18:00. Remaja remaji dasan geres tengah sangat atusias mengikuti kelas daur ulang sampah plastik/gelas minuman untuk disulap menjadi barang yang berguna. Salah satunya tas/ingke yang bisa dipakai oleh ibu rumah tangga untuk pergi ke pasar dan ingke dijadikan untuk piring di saat acara pesta/roah.
Bukan hanya itu bisa dijadikan rupiah dan rekan-rekan dari KKN Unram terpadu menjelaskan langkah-langkah pembuat ingke/tas secara perlahan agar mudah ditiru/dipraktikan oleh rakan-rekan yang mengikuti kelas tidak hanya itu karya mereka buat bisa bawa pulang untuk dijadikan refrensi/contoh. Semangat agar sampah plastik/gelas minuman tidak diuang sembarangan dengan tujuan agar limbah plastic berkurang.
Dan kami juga mengadakan kelas ke-3 kami adakan di batu dendeng yang berada di dasan geres selatan pada tanggal 26 Desember 2021 pada pukul 16:00-18:00. Rekan remaji sangat antusias hingga sampah plastik/gelas minuman disediakan oleh rekan remaji didasan geres selatan, dan dari rekan-rekan KKN sangat tersanjung dan berterimakasih atas antusias dari rekan remaji dasan geres selatan, remaja remaji sangat antusias untuk melakukan kelas menyimak cara/langkah-langkah ingke/tas yang kami peragakan langkah-langkah yang tidak dimengerti oleh rekan-rekan dari kelas yang kami jelaskan mereke bertanya hingga mereka mengerti cara pembuatannya seperti biasanya hasil karya yang mereka buat bisa dibawa pulang untuk dijadikan inspirasi dan semangat mengumpulkan bekas gelas minuman sehingga dapat mengurangi pembuangan sampah ke sungai.

Berikut disajikan data kelompok KKN Terpadu UNRAM di Kelurahan Dasan Geres:
1. Nurul Hidayatul Aini, Pendidikan Bahasa dan Seni Pendidikan Bahasa Inggris;
2. Eka Rahayu Damayanti, Pendidikan MIPA
Pendidikan Matematika;
3. I Nyoman Gandi Sudarsana, Pendidikan MIPA
Pendidikan Matematika,
4. Leni Oktaviani, Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
5. Meli Afriani, Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar
6. Melya Mariskhantari, Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7. Ni Luh Arginda Pasmawangi Ilmu Pendidikan
Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
8. Ni Made Puja Swari Indriani, Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar,
9. Nurfatinnisa Rahmadhani Paranaditha, Pendidikan Bahasa dan Seni Pendidikan Bahasa Inggris,
10. Nurlaelani, Pendidikan Bahasa dan Seni
Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
11. Rosidatul Jalilah H.F,Pendidikan Bahasa dan Seni Pendidikan Bahasa Inggris
