Menjaga Kebhinnekaan pada “Zaman Now”
Pada tahun 2018 sejumlah daerah di Indonesia akan mengadakan Pilkada serentak.
Kedewasaan berdemokrasi masyarakat Indonesia akan kembali diuji dalam kontes 5 tahunan tersebut.
Guna menghindari emosi dalam perbedaan pilihan, bahkan untuk memadamkan api dalam sekam, Presiden terus berupaya mengingatkan kesadaran berdemokrasi secara damai.
“Saya titip hati-hati semua. Jangan sampai perbedaan membuat kita mudah dipecah-belah. Apalagi memasuki tahun politik, di mana pemilihan kepala daerah akan dilakukan di seluruh pelosok Tanah Air,” ujar Presiden saat berkunjung ke Cimahi, Jawa Barat pada 11 September lalu.
Peran pemuda Selain upaya blusukan menemui masyarakat di daerah, pemerintah juga mengikutsertakan para pemuda untuk mencintai dan terus menjaga persatuan.
Hal itu terlihat saat perayaan peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober presiden mengundang beragam pemuda-pemudi yang berprofesi mulai dari pemilik usaha restoran, sepatu, modifikasi motor, petani, guru, hingga komunitas-komunitas yang berprestasi mengharumkan nama bangsa dan juga artis atau seniman muda.
Saat acara tersebut Jokowi berdiskusi dengan beberapa pemuda dan membicarakan mengenai masalah yang terjadi di bidang pertanian hingga pendidikan.
Pemuda juga membacakan Komitmen Pemuda Indonesia yang disampaikan oleh Mike J bermakna peran pemuda menjaga persatuan dan kesatuan dalam keberagaman.
“Kami pemuda Indonesia di atas segala perbedaan, kami bersyukur dan bersatu untuk menjaga keragaman dan kekayaan Tanah Air Indonesia dengan semangat dan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia, kami bersumpah menjaga dan mempertahankan persatuan Indonesia atas nama rasa cinta kepada sejarah dan masa depan Indonesia. Kami berjuang untuk menjunjung tinggi budaya dan Bahasa Indonesia untuk kemajuan dan kehormatan Indonesia, kami bekerja sekuat tenaga untuk berkarya memberikan yang terbaik bagi seluruh rakyat indonesia. Kami pemuda Indonesia, kita tidak sama, kita kerja sama,” demikian komitmen itu.
