Menikmati Pesona Taman Bumi Gora
Matahari yang mulai mendekati ufuk barat membuat langit di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pun tampak memerah.
Kendaraan yang lalu-lalang di dua ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer diapit hutan kota dengan pepohonan rimbun itu, mulai menyalakan lampu, pertanda hari berangsur gelap.
Tempat “ngeceng” yang ditumbuhi berbagai jenis pohon kayu itu sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Tempat rekreasi yang asri itu kini kian ramai dikunjungi warga untuk sekadar bersantai, melepas penat setelah bekerja seharian.
Di taman hutan kota itu berdiri kokoh sebuah monumen dihiasi relief yang melambangkan keberhasilan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mengatasi krisis pangan, khususnya beras, puluhan tahun silam dengan pola menanam padi “Gogo Rancah” (Gora).
Kini, tempat rekearsi yang berada di jantung Kota Mataram itu dikenal dengan Taman Bumi Gora Mataram. Tempat “nongkrong” ini selalu dipadati pengunjung.
Ketika senja tiba di taman kota itu, tampak para pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan khas Pulau Lombok menggelar dagangannya.
Mereka berjejer menggelar alas tikar untuk para pelanggannya. Kini, di taman kota yang menawarkan kesejukan itu ratusan pedagang kaki lima mengais rezeki, menjual berbagai jenis kuliner lokal.
