Menikmati Pesona Taman Bumi Gora
Sejatinya, objek wisata Taman Bumi Gora selama ini memang dikenal sebagai sentra penjual aneka makanan khas Pulau Lombok, seperti “sate bulayak” (sejenis lontong yang dibungkus dengan daun enau muda) dengan lauk sate daging sapi atau daging ayam.
Selain itu, di tempat bersantai yang dikenal dengan Taman Udayana Mataram juga dijual sate ikan khas Tanjung, sebuah menu kuliner berbahan dasar ikan laut yang mengundang selera.
Ratusan warga Kota Mataram, termasuk asal daerah lain di Pulau Lombok mengais rezeki di tempat yang kian ramai dikunjungi masyarakat untuk sekadar melepas penat setelah seharian bekerja.
Di tempat rekreasi di Jalan Udayana Mataram itu dijual juga batagor atau bakso, tahu goreng, siomay dan tidak ketinggalan ayam Taliwang, kuliner asli Karang Taliwang, Kota Mataram yang dilengkapi dengan pelecing kangkung yang kini sudah menasional.
Sejak beberapa tahun terakhir, tempat rekreasi yang dipenuhi pepohonan rindang itu dibanjiri pengunjung, terutama pada hari dan malam Minggu atau hari libur.
Tempat rekreasi itu makin ramai setelah Pemerintah Kota Mataram menetapkan Taman Udayana sebagai lokasi acara Hari Bebas Kendaraaan atau Car Free Day.
Ruang terbuka hijau Hingga kini Pemerintah Kota Mataram telah membangun taman kota di beberapa lokasi dalam upaya mempercantik penampilan kota yang juga Ibu Kota Provinsi NTB, termasuk di Taman Bumi Gora yang sekaligus berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Pemerintah Kota Mataram akan terus memperluas kawasan RTH, karena hingga kini RTH di kota ini masih kurang sekitar 512 hektare.
Dalam beberapa tahun terakhir ini, realisasi RTH masih stabil sebesar 27 persen dari luas kota, tidak ada pengurangan maupun peningkatan.
