Membangun Optimisme Ekonomi Indonesia 2018
Selain itu, jika kenaikan tabungan tak ditransmisikan pada investasi karena kekhawatiran politik menjelang pemilu atau kekhawatiran akan pajak, investasi tak akan meningkat tajam. Hal lain yang perlu diperhatikan tentunya ialah kondisi eksternal. Asumsi dasar dari analisis ini ialah bertahannya harga komoditas dan energi karena ekonomi dunia yang membaik.
Namun, bila ekonomi dunia terganggu, misalnya karena gelembung di pasar keuangan di AS atau gangguan pada perekonomian Tiongkok, kita tampaknya tak bisa seoptimis itu.
Jadi, walau ada alasan untuk lebih optimistis pada 2018, Indonesia tetap harus waspada. Begitu banyak ketidakpastian yang menghadang di depan kita, termasuk risiko geopolitik di Semenanjung Korea. Banyak variabel yang tak bisa sepenuhnya diduga.
