Membangun Optimisme Ekonomi Indonesia 2018
Faktor lain yang juga mendorong optimisme yakni melihat bagaimana dengan konsumsi rumah tangga, data menunjukkan memang mengalami perlambatan bila dibandingkan dengan periode 2011. Namun Dalam periode awal 2011-2017 masih bertahan diangka 5 persen.
Terbukti konsumsi rumah tangga tumbuh 5,8 persen pada 2011 dan dalam periode 2015 sampai sekarang konsumsi rumah tangga tumbuh dalam kisaran 5 persen dan bahkan triwulan III 2017 tumbuh 4,9 persen.
Dengan membaiknya harga komoditas dan energi, konsumsi akan meningkat juga, walau membutuhkan waktu.
Mengapa James Duesenberry, ekonom dari Harvard University, mengajukan sebuah teori yang menarik, walau pendapatan seseorang mengalami penurunan, pola konsumsinya tak akan menurun banyak. Alasannya, orang akan mencoba mempertahankan konsumsinya pada tingkat yang paling tinggi. Mudahnya, walau pendapatan turun, orang tak mudah menurunkan gaya hidupnya.
Duesenberry benar. Karena itu, ketika pendapatan penduduk Indonesia menurun karena anjloknya harga komoditas sejak 2013, mereka mencoba mempertahankan konsumsi dengan menggunakan tabungan. Setelah tabungannya susut, mungkin ia akan mulai meminjam demi mempertahankan konsumsinya. Setelah mereka tak bisa meminjam lagi, barulah orang akan menurunkan konsumsinya.
Inilah yang menjelaskan bahwa ketika pertumbuhan ekonomi kita turun ke kisaran 5 persen dalam tiga tahun terakhir dari sebelumnya di atas 6 persen pertumbuhan konsumsi bertahan pada kisaran 5 persen. Di sisi lain, kita juga melihat pertumbuhan dana pihak ketiga mengalami perlambatan sampai dengan akhir 2016. Namun, sejalan dengan membaiknya harga batu bara dan kelapa sawit, pendapatan masyarakat yang berada di daerah-daerah penghasil komoditas dan batu bara juga mulai meningkat.
Namun, dampaknya tak seketika pada peningkatan konsumsi. Karena mereka harus melakukan konsolidasi keuangan pribadi dengan mulai membayar utang, meningkatkan tabungan, dan sebagainya sebelum meningkatkan konsumsi. Perbaikan ini baru akan tercermin pada peningkatan konsumsi seharusnya 3-4 triwulan sejak harga sumber daya alam membaik. Jadi dari sisi ini sebenarnya ada harapan bahwa konsumsi rumah tangga akan sedikit membaik tahun depan.
