Membangun Optimisme Ekonomi Indonesia 2018
Senada dengan itu salah seorang Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Muhamad Chatib Basri dalam tulisannya membenarkan yang terpenting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia itu adalah rasa optimisme dikalangan masyarakat memandang semua faktor pendukung dan sumberdaya yang dimiliki serta kondisi ekonomi luar negeri yang mumpuni menjadi pemberi peluang bagi arah perekonomian negara di 2018.
“Saya kira yang paling penting adalah bagaimana arah pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018, apakah ada alasan untuk lebih optimistis. Jawaban saya ya, dengan beberapa catatan,” kata Pengamat Ekonomi sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Muhamad Chatib Basri.
Arah pertumbuhan Menurut Ekonom ini lagi arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018 optimis lebih baik dari tahun ini dengan alasan adanya beberapa faktor diantaranya pertemuan tahunan IMF/World Bank pada Oktober lalu memperkirakan harga minyak dunia akan berada dalam kisaran U$50-U$60, lebih tinggi daripada kisaran dua tahun terakhir. Studi World Bank menunjukkan kenaikan harga minyak cenderung diikuti kenaikan harga energi nonmigas dan komoditas.
Karena itu Indonesia bisa berharap harga komoditas dan energi diperkirakan akan masih tetap relatif kuat setidaknya sepanjang tahun depan. Ada beberapa alasan untuk itu. Ekonomi dunia, misalnya, sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan seperti ekonomi Amerika Serikat di triwulan III 2017 sudah tumbuh 3,3 persen, demikian juga pertumbuhan ekonomi di Eropa juga mulai terjadi.
Di antara negara-negara ASEAN dan Vietnam, terlihat akselerasi pertumbuhan ekonomi di mana-mana, pada triwulan ketiga, Vietnam tumbuh 7,5 persen, Filipina 6,9 persen, Singapura 5,2 persen, Malaysia 6,2 persen, Indonesia 5,06 persen. Situasi yang lebih optimistis ini juga didukung pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang lebih baik daripada perkiraan.
Hal ini jelas berimplikasi bagi Indonesia karena 60 persen dari ekspor kita memiliki kaitan dengan energi dan komoditas, kenaikan harga ini mendorong peningkatan pertumbuhan ekspor.
Itu sebabnya pertumbuhan ekspor Indonesia di triwulan III 2017 meningkat dengan tajam. Selain itu, perbaikan ekonomi AS membuat ekspor kita ke negara tersebut mengalami peningkatan.
