Makna Kemerdekaan Indonesia di Masa Pandemi
LOMBOKita – Sudah 76 tahun Indonesia merdeka. 76 tahun bukan umur yang singkat bagi berdirinya sebuah negara 1945 saat Soekarno pertamakali memproklamirkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Itu artinya bangsa Indonesia sudah terbebas dari berbagai macam penjajahan.
Dari ulasan singkat ini, saya ingin mengajak pembaca untuk mengheningkan cipta sejenak seperti yang biasa dilakukan di setiap upacara bendera.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, terbentang dari Sabang hingga Merauke. Indonesia memiliki 17.499 pulau dengan luas wilayah Indonesia sekitar 7,81 juta km2. Dari total luas wilayah tersebut, 3,25 juta km2 adalah lautan dan 2,55 juta km2 adalah Zona Ekonomi Eksklusif. Hanya sekitar 2,01 juta km2 yang berupa daratan.
Kemudian 76 tahun kemerdekaanya apa saja yang sudah dilakukan bangsa yang besar ini?. Akankah kita berani menyuarakan bahwasannya Indonesia sudah bebas dari penjajahan?
Lantas apa yang makna kemerdekaan bagi bangsa Indonesia di masa pandemi ini, apa saja yang bisa diperbuat di hari proklamasi ini. Daratan dan Lautan masih tebentang luas, gunung – gunung masih menjulang tinggi, mahasiswa rakyat miskin kota masih tegap berdiri, di tengah pandemi seperti sekarang, semangat juang sebagai bentuk terima kasih kepada founding father kita yang telah memperjuangkan bangsa Indonesia, yang telah mewariskan kemerdekaan untuk kita semua. Sudah menjadi keharusan untuk kita rakyat Indonesia dari Sabang sampai Marauke untuk menjaga kemerdekaan itu sekali merdeka tetap merdeka.
Di hari Kemerdekaan ini adalah momentum yang tepat untuk saya, kita semua rakyat Indonesia memberi evalusi terhadap pemerintah yang sudah kita percayai bisa membangun Indonesia yang maju dan sejahtera. Rakyat Indonesia sudah cerdas, hitam tetap hitam dan putih tetaplah putih.
Jangan sampai negara yang sudah berumur 76 tahun ini digunakan sebagai alat komersil atau sebagai wadah untuk memperkaya diri sendiri, seperti yang banyak beredar di media sosial bahwa orang – orang besar yang kita percayai bahkan di masa pandemi yang dimana perekonomian turun masih banyak terjadi tindak korupsi. Itu artinya pemerintah sudah gagal membangun SDM yang jujur, berintegritas padahal pembangunan sumber daya manusia adalah salah satu prioritas.
Dari tulisan yang singkat ini saya ingin sedikit mengutip salah satu kata dari idola saya yaitu Presiden Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.”
Dari kutipan kata ini kita bisa belajar bahwa memang keringat kita akan lebih banyak jatuh ketika melawan bangsa sendiri.
Selamat Hari Merdeka Indonesia yang ke-76 tahun. **
