LSP2M NTB Gelar FGD Cegah Human Trafficking
LOMBOKita – Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Masyarakat (LSP2M) NTB akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) masalah human Trafficking di Pondok Bambu, Lombok Timur, Selasa (20/3/2018).
FGD ini bertujuan untuk mencegah dan mencari solusi atas maraknya human trafficking (perdagangan manusia) yang masih terjadi di negeri ini.
Direktur LSP2M NTB, Widianto kepada wartawan di Selong menjelaskan, makin kompleksnya permasalahan human trafficking di daerah ini, membuat LSP2M NTB merasa terpanggil rasa tanggungjawabnya untuk bersama-sama dengan stakeholder yang ada mencari solusi.
Ia juga menjelaskan, narasumber dalam kegiatan FGD itu berasal dari Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (STT) dan Advorkasi Buruh Migran Indonesia (ADBMI) Lotim. Sedangkan pesertanya berasal dari mantan dan calon TKI, Mahasiswa, Organisasi Sosial Kemasyarakatan (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat,tokoh masyarakat yang ada di daerah ini.
Widiyanto juga menjelaskan, Lombok Timur merupakan “kantong” TKI di NTB yang rentan menjadi korban perdagangan manusia di luar negeri.
“Dari data yang ada, sekitar 20 persen dari TKI Lotim merupakan kasus kejahatan penjualan orang ke luar negeri dan sebanyak 70 persennya berangkat melalui jalur ilegal, ” sebut Widiyanto.
Lebih lanjut Direktur LSP2M NTB menambahkan tujuan dari kegiatan ini juga untuk melakukan pemetaan penyebab dan faktor terjadinya human trafficking di Lotim. Selain itu memberikan edukasi positif terhadap masyarakat agar bisa membantu memerangi praktik human trafficking.
Termasuk juga membangun kesadaran kolektif masyarakat dan pemangku kepentingan untuk terus berkonsolidasi dalam membangun komitmen bersama mencegah praktek human trafficking.
” Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa memberikan pemahaman dan pengertian kepada masyarakat tentang bahaya human trafficking tersebut,” tandas Widianto.
