Letusan Gunung Agung dalam Perspektif Masyarakat China
Beberapa media di China juga menyajikan berita tentang meletusnya Gunung Agung dengan mengutip Kantor Berita Xinhua yang terus memantau perkembangan aktivitas gunung api berketinggian 3.031 meter dari permukaan laut itu.
Sejak Rabu (22/11) atau sehari setelah letusan freatik pertama, Xinhua telah menurunkan berita mengenai Gunung Agung.
Xinhua dan media arus utama, China Daily, lebih banyak menurunkan fakta mengenai letusan dengan mengutip Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
Kedua media tersebut juga mengabarkan letusan terakhir yang terjadi pada Minggu pukul 06.20 Wita dengan ketinggian kolom letusan 2.000 meter.
Walau begitu, kedua media yang berpusat di Beijing tersebut tetap menyebutkan bahwa beberapa maskapai penerbangan turut terdampak peristiwa tersebut.
Sementara itu, South China Morning Post menyuguhkan berita letusan Gunung Agung dengan mengutip dua kantor berita berjaringan global, Reuters dan AP.
Harian yang berpusat di Hong Kong itu menurunkan laporan mengenai pembatalan beberapa penerbangan ke Bali dari Australia, Belanda, dan Malaysia pada Sabtu (25/11) malam dan Minggu pagi.
Media tersebut juga mengutip perkembangan terbaru “travel advisory” yang dikeluarkan pemerintah Singapura terhadap warganya yang hendak berwisata ke Pulau Dewata itu.
Meskipun demikian hampir semua media itu menyebutkan jarak Gunung Agung dengan Pantai Kuta, pusat konsentrasi wisatawan terbesar di Bali.
Media-media itu juga mencantumkan jumlah korban sekitar 1.500 orang pada saat Gunung Agung meletus pada 1963.
