Letusan Gunung Agung dalam Perspektif Masyarakat China
Jika pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia hampir mencapai 1,5 juta orang, maka pada tahun ini Kemenpar RI berani mematok target 2,5 juta.
Tidak mengherankan bila Kemenpar tak terhitung dengan jari menggelar ajang pameran wisata di China, baik yang dilakukan secara mandiri maupun kerja sama dengan perwakilan RI di China dan agen perjalanan wisata.
Termasuk pameran di Langfang yang dihadiri puluhan penggemar golf. Begitu mereka menyaksikan potongan gambar video, mereka terkesima dengan lapangan golf di Yogyakarta dan Bali yang berlatar belakang gunung api.
“Sepertinya asik bisa bermain golf di tempat itu,” tutur seorang perempuan penggemar golf kepada rekannya.
Sajikan Fakta Berita-berita mengenai meletusnya Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, sejauh ini belum mengusik para wisatawan asal China.
“Iya, saya tahu ada letusan gunung di negaramu,” kata Zhang Xing, mantan sopir bus kota, saat ditemui Antara di Distrik Dongzheng, Beijing, Minggu (26/11) petang.
Sebagai orang awam yang tidak pernah mengalami dampak bencana itu, pria berusia 61 tahun tersebut mengaku letusan gunung api sebagai fenomena alam yang sangat menarik.
“Menarik sekaligus menakutkan juga,” komentarnya setelah melihat tayangan letusan Gunung Agung melalui saluran televisi resmi milik pemerintah China itu.
Ada juga yang merasa was-was dengan menuliskan postingan di platform media sosial lokal.
“Gunung berapi di Bali meletus. Rencana liburan semester ini bisa kacau,” demikian tulis seorang pemuda di akun Baidu.
Walau begitu belum ada peringatan kewaspadaan kunjungan wisata (travel warning atau travel advisor) ke Indonesia, khususnya Bali.
Kementerian Luar Negeri China hanya mengeluarkan imbauan mengenai pentingnya wisatawan berkoordinasi dengan beberapa kantor perwakilannya di Indonesia.
Bahkan dalam imbauan yang dikutip news.sina.com.cn tersebut dicantumkan pula nomor pengaduan 110 yang tersambung ke Polri dan nomor 118 untuk ambulans siap siaga 24 jam.
“Warga China di Bali harus tetap waspada dan memerhatikan keselamatan mereka sendiri. Mereka seharusnya tidak pergi ke daerah sekitar gunung berapi agar tidak menimbulkan masalah keamanan dan keselamatan jiwa,” demikian imbauan pemerintah China dalam bahasa Mandarin yang juga mencantumkan nomor telepon Konjen China di Bali dan Kemlu China di Beijing jika terjadi keadaan darurat.
