Konsistensi Para Legacy Makers yang Diapresiasi PT Sinde Budi Sentosa
LOMBOKita – Konsistensi merupakan salah satu poin yang sangat dikedepankan oleh PT Sinde Budi Sentosa untuk terus berkiprah di Indonesia. Terbukti, hingga kini salah satu produk andalan PT Sinde Budi Sentosa, yaitu Larutan Penyegar Cap Badak telah berhasil menjadi pelopor sekaligus pilihan banyak masyarakat Indonesia selama 40 tahun, untuk mengatasi gejala panas dalam, di tengah ketatnya persaingan minuman herbal di luaran.
Konsistensi guna menghasilkan produk terbaik itulah, yang membuat Larutan Penyegar Cap Badak mendapatkan tempat khusus bagi masyarakat Indonesia
Maka tak heran, jika kini PT Sinde Budi Sentosa tidak hanya dapat merajai pasar dalam negeri, tetapi juga berhasil menjadi perusahaan global dengan network operasional dan distribusi di Korea Selatan, Cina, Hongkong, Belgia, dan negara-negara lainnya. Salah satu rahasia PT Sinde Budi Sentosa dapat mempertahankan kesuksesannya sepanjang tahun hingga saat ini, adalah selalu melakukan investasi strategis dalam riset dan proses manufaktur terpadu, demi memastikan produknya sebagai yang terbaik bagi konsumen.

Pemberian apresiasi pada para Legacy Makers, Oleh PT Sinde Budi Sentosa
Guna memperingati perayaan perjalanan ke-40 tahun perusahaan dan sebagai bentuk rasa syukur, PT Sinde Budi Sentosa juga memberikan apresiasi atas konsistensi berkarya sebagai anak bangsa.
Bekerjasama dengan Kompas Media Group, Larutan Penyegar Cap Badak mengadakan anugerah Legacy Makers 2021. Penganugerahan tersebut telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Oktober 2021 di Kompas TV dan dibarengi juga dengan peluncuran Larutan Penyegar Cap Badak Legacy, sebagai edisi terbatas atau limited edition, untuk memperingati eksistensi Larutan Penyegar Cap Badak selama 40 tahun berkiprah di Indonesia.
Memiliki tujuan menumbuhkan semangat untuk senantiasa konsisten guna mempertahankan legacy, penghargaan tersebut diberikan kepada Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A (Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Didiet Maulana (Founder of IKAT Indonesia), dan William Wongso (Pakar Kuliner Indonesia).
Vice President Director PT Sinde Budi Sentosa, Jony Yuwono mengatakan, empat puluh tahun menghadapi pasang surut sebagai brand dan produk kesehatan, pihaknya menyadari bahwa orisinalitas dan konsistensi adalah dua hal yang membawanya sampai pada titik ini.
“Untuk memperingati hal tersebut, kami mengeluarkan produk terbatas Larutan Penyegar Cap Badak Legacy sekaligus membuat Program Legacy Makers. Banyak karya di Indonesia yang juga bisa dikatakan sebagai legacy dan perlu diapresiasi, perlu digaungkan, perlu ditularkan, terutama untuk menginspirasi generasi-generasi penerus,” ujarnya.
Didiet Maulana, menjadi salah satu penerima penghargaan tersebut. Dia merupakan seorang perancang busana papan atas tanah air, yang mengangkat tenun ikat, busana etnik dan kebaya dalam setiap karyanya.
Ketika menerima Legacy Makers 2021, pria kelahiran Jakarta, 18 Januari 1982 itu mengutarakan, jika penghargaan yang diterimanya, merupakan apresiasi yang tinggi bagi dirinya.
“Sebuah apresiasi yang sangat tinggi untuk saya, bisa menjadi bagian dari Program Legacy Makers bersama tokoh besar lainnya. Mudah-mudahan ini bisa menjadi semangat baru untuk terus berkarya dan membesarkan warisan budaya Indonesia, baik untuk diri saya pribadi dan teman-teman kreatif di Indonesia,” ungkap Didiet Maulana.
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj, M.A, menyampaikan, bahwa ia merasa terhormat mendapatkan kesempatan menerima apresiasi Legacy Makers.
“Selayaknya orang yang dianggap memiliki kontribusi besar, sepertinya saya belum sampai ke tahap itu. Untuk itu, saya merasa terhormat telah diberikan kesempatan bersama tokoh besar lainnya. Terima kasih, semoga Program Legacy Makers bisa terus memberikan kontribusi besar kepada Indonesia,” tuturnya.
Dan tidak lupa, William Wongso, sosok yang mempopulerkan rendang di mancanegara juga menyampaikan, bahwa mulanya tak menyangka akan mendapatkan penghargaan sebagai legacy maker. Tetapi dirinya merasa berterimakasih atas apresiasi yang diterima olehnya.
“Segala sesuatu yang dilakukan dari hati, tentu akan sampai ke hati. Tidak pernah terpikir bahwa saya akan mendapatkan penghargaan sebagai legacy maker dari dunia kuliner. Terima kasih, semoga Program Legacy Makers ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus berkarya,” terang pria yang kini berusia 74 tahun itu.
Selain 3 tokoh tersebut, Larutan Penyegar Cap Badak telah memilih 7 Future Legacy Makers. Mereka adalah Laura Basuki (model hingga aktris papan atas peraih 3 Piala Citra), Nadine Chandrawinata (Puteri Indonesia 2005, aktris dan model), Arief Muhammad (konten kreatif), VJ Daniel Mananta (presenter kondang tanah air), Alexander Thian (travel blogger dan penulis buku), Rizal Fahmi (penulis komik edukatif @banggaber yang dikemas secara ringan, dibuat pada tahun 2014), dan Fiersa Besari (sastrawan, penulis buku & sajak inspiratif, serta musisi ternama).
Jony menyebut, pemilihan tokoh-tokoh tersebut bukanlah kegiatan final. Dia berharap, generasi muda dapat terus berkarya dan berkontribusi bagi negara.
“Tidak berhenti dengan memberi penghargaan saja, kami membuat akun IG legacymakers.id untuk menceritakan kepada generasi penerus dan bahkan pada dunia, legacy-legacy lainnya dari Indonesia sejak dahulu. Layaknya Larutan Penyegar Cap Badak yang orisinal, berangkat dari racikan jamu hingga sekarang menjadi sebuah brand dengan jaringan multinasional. Kami berharap, generasi penerus juga menerapkan nilai orisinal dan konsisten untuk berkarya, berkontribusi bagi negara, katanya.
Jangan lupa untuk terus mengupayakan masa depan gemilang bagi kalian dengan #CreateYourOwnLegacy! Kunjungi juga website resmi https://legacymakers.larutanpenyegar.com untuk informasi lebih lanjut seputar rangkaian Program Legacy Makers dan ikuti challenge Kisah Legacy-ku di IG legacymakers.id untuk memperoleh kesempatan memiliki produk limited edition Larutan Penyegar Cap Badak Legacy. (ry/*)

7 Komentar
Komentar ditutup.