Kekuatan Skuat ‘Timnas’ Catalan
LOMBOKita – Eskalasi referendum Catalan yang ingin memisahkan diri dan merdeka dari Spanyol berimbas pada nasib pemain dan cabang olah raga sepakbola. Berikut ulasan menarik dari situs Pandit.ID atas suasana politik dan sepakbola bumi Catalan. Selamat menyimak.
—
Suasana politik Spanyol dan Catalan tengah memanas. Catalan bersikukuh untuk memerdekakan diri. Lewat referendum, meski berusaha dicegah pemerintah Spanyol, mayoritas masyarakat Catalan ingin lepas dari Spanyol dan membangun pemerintahan sendiri. The Guardian bahkan melaporkan bahwa 90% masyarakat Catalan yang ambil bagian dalam pemungutan suara setuju untuk melepaskan diri dari Spanyol.
Dari total 7,5 juta penduduk yang menempati Catalan, salah satu pesepakbola top yang turut ikut ambil bagian dari pemungutan suara ini adalah Gerard Pique. Bek Barcelona tersebut bahkan tak ragu menunjukkan dukungannya terhadap keinginan memerdekakan Catalan. Bahkan ia siap meninggalkan timnas Spanyol jika bermainnya ia di timnas Spanyol memunculkan polemik jika Catalan merdeka.
“Ini adalah bentuk dari kebebasan kami mengungkapkan pemikiran, sebuah hal yang sulit kami lakukan dahulu kala (masa Jenderal Franco). Saya adalah orang Catalan, saya merasa bangga menjadi orang Catalan. Saya bangga dengan sikap yang ditunjukkan orang Catalan ini,” ujar Pique dilansir dari The Guardian.
Jika Catalan merdeka, apa bisa Pique membela timnas Catalan padahal selama ini ia membela timnas Spanyol? Bisa. Dalam aturan FIFA, setiap pemain diperbolehkan pindah kewarganegaraan yang di luar kekuasaannya, termasuk pecahnya sebuah negara. Hal ini dialami oleh pemain-pemain seperti Mirko Vucinic yang memilih Montenegro (sebelumnya Serbia & Montenegro) dan para pemain timnas Kosovo yang mayoritas lahir di Albania. Tentunya hal tersebut atas seizin FIFA.
Untuk berpindah timnas, dalam situasi pecahnya suatu negara, pertama negara tersebut harus mendaftarkan diri sebagai anggota FIFA. Setelah itu para pemain yang akan pindah kewarganegaraan mengajukan persetujuan terhadap FIFA, di sana FIFA-lah yang memutuskan apakah latar belakang pemain tersebut memenuhi syarat pindah kewarganegaraan atau tidak.
