Gaji Minim, Jamkes Tidak Ada. Nasib Tenaga Kebersihan KLU

Salah seorang tenaga kebersihan Lombok Utara, Lutfi

LOMBOKita – Tenaga Kebersihan Kabupaten Lombok Utara minta kenaikan gaji. Pasalnya, sejak puluhan tahun lalu, gaji tenaga kebersihan ini sangat minim.

Menurut Lutfi, salah seorang dari 105 orang tenaga kebersihan di Lombok Utara masih mendapatkan gaji yang jauh dari UMR. Per bulan, Lutfi hanya mendaptkan Rp850 ribu.

Menurutnya, jumlah ini sangat kurang jika diukur dari harga kebutuhan pokok saat ini yang terus mengalami kenaikan.

Ia mulai mengumpulkan sampah dari pagi di setiap rumah dan membuangnya ke kontainer di sekitar pasar Tanjung.

Selain gaji, ia juga berharap agar diberikan Jaminan Kesehatan (Jamkes) karena pekerjaan yang dikerjakan sangat rentan terhadap penyakit. Seperti yang dialaminya beberapa minggu lalu, sakit 10 hari tidak ada sedikitpun biaya dari Kantor Keberisihan Dan Lingkungan Hidup tempatnya bekerja.

Menaggapi masalah tersebut, Kepala Seksi Persampahan Lombok Utara, Suhaili Amadinata mengatakan bahwa gaji tenaga kebersihan sudah tertuang dalam Perda.

“Kita tidak bias melebihkan atau mengurangi, karena sudah diatur oleh Perda, kecuali tenaga kebersihan yang ditugaskan di tiga gili mempunyai tanggungan makan dan insentif,” kata Suhaili.

Saat ini, jumlah tenga kebersihan di KLU sebanyak 105 orang yang terdiri dari 29 sapu jalan 76 tenaga angkut semuannya mendaptkan honor yang sama.

Namun tahun 2018, ia telah mengajukan penambahan untuk jaminan kesehatan. “Mudahan bisa disetujui,” harapnya.